Kepala Staf Kepresidenan Dudung Abdurachman membagikan kenangan mendalam tentang doktrin kepemimpinan almarhum Jenderal (Purn) Ryamizard Ryacudu yang dinilai melegenda, khususnya dalam menjaga hubungan erat antara militer dan masyarakat. Dudung menyebutkan bahwa Ryamizard selalu menekankan pentingnya bagi setiap prajurit untuk mencintai rakyat di setiap medan penugasan.
"Penekanan beliau kepada saya, setiap melaksanakan penugasan cintai rakyat, karena memang kita berasal dari rakyat, oleh rakyat, dan untuk rakyat," kata Dudung saat ditemui usai melayat di rumah duka Ryamizard di Perumahan Puri Wira Bhakti, Cikeas, Gunungputri, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, pada Minggu.
Menurut Dudung, pesan tersebut ia terima secara langsung saat bertugas di Aceh. Ketika itu, Ryamizard menjabat sebagai Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD), sementara Dudung masih menjabat sebagai Komandan Batalyon. Dalam kesempatan tersebut, Ryamizard menegaskan bahwa masyarakat Aceh bukanlah musuh yang harus diperangi.
"Saya terutama menyampaikan bahwa di Aceh itu bukan musuh kita, sehingga pendekatannya adalah pendekatan manusia. Jangan ingin membunuh dan sebagainya. Itulah yang saya pegang sehingga kami melaksanakan pembinaan-pembinaan teritorial," ujar Dudung mengutip arahan Ryamizard saat itu.
Dudung menjelaskan bahwa Ryamizard selalu mengingatkan agar pendekatan dalam menjalankan operasi militer mengedepankan sisi kemanusiaan dan kedekatan dengan masyarakat. Arahan tersebut, lanjutnya, menjadi pedoman penting dalam membangun hubungan yang baik antara TNI dan rakyat di lapangan.
Di sisi lain, Dudung menilai Ryamizard sebagai prajurit profesional yang memiliki komitmen besar dalam membangun organisasi TNI Angkatan Darat serta meningkatkan kualitas prajurit. "Beliau prajurit sejati, prajurit tulen, yang betul-betul profesional. Beliau tidak kenal menyerah bagaimana mengembangkan organisasi. Banyak hal yang beliau kembangkan agar prajurit profesional di dalam bidangnya," kata Dudung.
Selain dikenal tegas, Ryamizard juga disebut sebagai sosok yang dekat dengan anak buah. Ia sering memberikan arahan langsung kepada para prajurit yang bertugas di berbagai daerah operasi. Dudung mengaku memiliki hubungan yang cukup dekat dengan almarhum dan beberapa kali berinteraksi langsung selama berdinas di TNI Angkatan Darat.
Ryamizard Ryacudu merupakan purnawirawan perwira tinggi TNI Angkatan Darat yang pernah menjabat sebagai KSAD pada periode 2002–2005. Pada masa pemerintahan Presiden ke-7 Republik Indonesia Joko Widodo, ia dipercaya menjabat Menteri Pertahanan untuk periode 2014–2019. Ryamizard meninggal dunia pada usia 75 tahun. Hingga Minggu malam, para pelayat dari kalangan keluarga, tokoh militer, pejabat negara, dan masyarakat terus berdatangan ke rumah duka untuk memberikan penghormatan terakhir.
Artikel Terkait
Perbaikan Jalan Amblas Lenteng Agung Capai 70 Persen, Pengecoran Dimulai Malam Ini
Pencairan Gaji ke-13 ASN Dimulai Juni 2026, PPPK Paruh Waktu di Ponorogo Juga Dapat Jatah
Presiden Jokowi Tetapkan 1 Juni sebagai Hari Lahir Pancasila, Peringati Pidato Bersejarah Soekarno di Sidang BPUPKI
Mantan Menhan Ryamizard Ryacudu Tutup Usia di RSPAD, Akan Dimakamkan di TMP Kalibata