Israel Perluas Operasi Darat di Lebanon Selatan, Qatar-Jerman-Inggris Kecam Eskalasi

- Senin, 01 Juni 2026 | 06:05 WIB
Israel Perluas Operasi Darat di Lebanon Selatan, Qatar-Jerman-Inggris Kecam Eskalasi

Militer Israel memperluas operasi darat skala besarnya di Lebanon Selatan, sebuah langkah yang segera menuai kecaman dan kekhawatiran dari sejumlah negara. Perluasan serangan ini dinilai sebagai eskalasi serius yang berpotensi memperburuk ketegangan di kawasan Timur Tengah yang sudah rapuh.

Petinggi dari Qatar, Jerman, dan Inggris menjadi sebagian dari suara-suara yang bereaksi terhadap invasi tersebut. Qatar, melalui pernyataan resmi Kementerian Luar Negerinya, mengutuk agresi yang terus berlanjut dan menyebut perluasan serangan darat itu sebagai pelanggaran mencolok terhadap hukum internasional. Dalam unggahan di akun media sosialnya, Kemlu Qatar mengecam penargetan warga sipil dan menilai langkah Israel sebagai eskalasi berbahaya yang melanggar kedaulatan Republik Lebanon serta aturan hukum humaniter internasional.

“Kami mendesak komunitas internasional untuk bertindak dan menekan Israel agar menghentikan serangannya serta memastikan kepatuhan terhadap hukum internasional,” demikian bunyi pernyataan tersebut. Qatar juga menyerukan kepada pemerintah dan badan-badan internasional untuk mewajibkan otoritas pendudukan Israel menghentikan agresi berulang mereka terhadap Lebanon.

Di sisi lain, Jerman menyampaikan kekhawatiran serius atas perluasan operasi militer Israel. Menteri Luar Negeri Jerman, Johann Wadephul, dalam pernyataannya menekankan bahwa kemajuan tentara Israel ke wilayah Lebanon yang lebih dalam merupakan alasan untuk waspada. Ia memperingatkan bahwa eskalasi lebih lanjut hanya akan memperburuk situasi yang sudah bergejolak dan berpotensi memicu gelombang pengungsi baru di Lebanon.

“Eskalasi lebih lanjut akan memperburuk situasi yang sudah tegang dan memicu gelombang pengungsi baru di Lebanon,” tambah Wadephul. Sikap serupa juga diharapkan muncul dari negara-negara lain yang selama ini mengawasi perkembangan konflik di perbatasan Israel-Lebanon dengan cemas.

Editor: Agus Setiawan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar