Pemerintah punya rencana baru terkait program perumahan. Kali ini, fokusnya ada di kawasan Meikarta, Bekasi, dengan target yang cukup ambisius: membangun 141.000 unit rumah susun atau rusun bersubsidi. Rencana ini digadang-gadang bakal jadi solusi buat memenuhi kebutuhan rumah bagi masyarakat berpenghasilan rendah.
Menurut Muhammad Qodari dari Kantor Staf Kepresidenan, hunian vertikal semacam ini memang diperlukan. Terutama untuk mengatasi masalah klasik di daerah penyangga ibu kota: lahan yang makin sempit dan mahal.
“Pembangunan rumah susun subsidi di kawasan Meikarta menjadi terobosan kolaboratif antara pemerintah, swasta, dan lembaga pembiayaan,”
ujar Qodari, Rabu lalu. Dia menekankan, lokasi di Bekasi ini sudah dipastikan memenuhi semua syarat, baik administratif maupun teknis. Harapannya, dengan persiapan matang, proyek besar ini nggak akan terbentur masalah lahan di kemudian hari.
Di sisi lain, kolaborasi dengan pihak swasta ini dinilai krusial. Bukan cuma untuk proyek di Meikarta, tapi juga untuk mendorong program besar pemerintah, Program 3 Juta Rumah, yang diusung Presiden Prabowo. “Sinergi seperti ini diharapkan bisa memperluas jangkauan,” tambahnya, “sehingga lebih banyak masyarakat yang dapat akses tempat tinggal layak dengan harga terjangkau.”
Nah, selain fokus di perkotaan, pemerintah ternyata juga sedang menggarap proyek lain. Mereka memprioritaskan pembangunan hunian tetap atau huntap untuk warga yang rumahnya terdampak bencana alam.
“Pemerintah membangun hunian tetap relokasi bagi masyarakat terdampak bencana sebanyak 2.603 unit rumah di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat dengan pendekatan gotong royong,”
jelas Qodari. Upaya ini tersebar di beberapa titik di Pulau Sumatera, sebagai bentuk pemulihan pascabencana.
Jadi, ada dua fokus yang berjalan beriringan: menyediakan rumah subsidi di daerah padat seperti Bekasi, sekaligus membangun kembali tempat tinggal bagi mereka yang kehilangan akibat bencana. Sebuah pekerjaan besar yang hasilnya tentu dinanti-nanti.
Artikel Terkait
Menteri Haji Tegaskan Keamanan Jamaah Jadi Prioritas Utama di Tengah Situasi Timur Tengah
Bale Syariah BSN Catat Transaksi Hampir Rp2 Triliun, Tanda Kepercayaan Meningkat
Menko Airlangga: Posisi Diplomasi Indonesia Makin Strategis di Mata Global
Bareskrim Polri Bongkar Sindikat Penjual Alat Phishing dengan Keuntungan Rp25 Miliar