Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya angkat bicara soal isu yang sempat beredar. Ia memastikan, program Makan Bergizi Gratis sama sekali tidak akan memotong atau menghilangkan program pendidikan lain yang sudah berjalan. Justru, anggaran untuk MBG ini diambil dari pos pendidikan yang sudah ditetapkan dalam APBN.
“Jadi namanya anggaran pendidikan itu 20 persen dari APBN. Nah, di tahun ini, Rp769,1 triliun itu 20 persen. Dan itu anggaran pendidikan,” jelas Teddy saat ditemui wartawan di sekitar Istana Kepresidenan Jakarta, Jumat lalu.
Menurutnya, anggaran pendidikan itu isinya banyak. Peruntukannya pun bermacam-macam. Ia menegaskan, keputusan tentang besaran dan alokasi dana pendidikan ini bukanlah hal yang dibuat sembarangan. Semuanya telah melalui proses persetujuan bersama antara pemerintah dan DPR RI, termasuk pembahasan mendalam di Badan Anggaran.
“Dan isinya, peruntukannya itu sudah disepakati bersama tahun lalu oleh pemerintah, DPR, dan Badan Anggaran DPR. Yang mana Ketua Banggar-nya juga PDIP, gitu kira-kira,” ujar Teddy.
Di sisi lain, Teddy merasa perlu meluruskan narasi yang ia anggap keliru. Beredarnya isu bahwa MBG akan mengurangi anggaran pendidikan hingga berimbas pada terbengkalainya sekolah dan nasib guru, dibantahnya tegas.
Artikel Terkait
Menaker Akan Bahas Usulan THR Cair H-14 Lebaran dengan Presiden Prabowo
Pemerintah Susun RUU Ketenagakerjaan Baru Akomodir Permintaan AS dan Integrasikan Pasal UU Cipta Kerja
Bnetfit Transformasi dari ISP ke Solusi ICT, Target Jadi Juara Nasional 2026
Sekjen Kabinet Bantah Isu Pemerintah Abaikan Guru, Sebut Tiga Bukti Perhatian