“Saya ingin meluruskan pemahaman dan narasi yang keliru,” tegasnya.
“Jadi, kemarin ada pihak, sedikit pihak yang menyampaikan bahwa program Makan Bergizi Gratis itu mengurangi program dan anggaran pendidikan. Sehingga sekolah terbengkalai, kemudian guru-guru tidak diperhatikan. Jadi, saya mau jawab itu narasi yang keliru.”
Ia justru melihat program pemberian makan bergizi ini sebagai sebuah fondasi. Sebuah langkah awal yang penting untuk membangun kualitas pendidikan ke depan. Jadi, bukan pengurangan, melainkan penambahan upaya dalam kerangka besar anggaran pendidikan yang sudah ada.
Intinya, semua sudah diatur. Dan tidak ada yang dikorbankan.
Artikel Terkait
Menaker Akan Bahas Usulan THR Cair H-14 Lebaran dengan Presiden Prabowo
Pemerintah Susun RUU Ketenagakerjaan Baru Akomodir Permintaan AS dan Integrasikan Pasal UU Cipta Kerja
Bnetfit Transformasi dari ISP ke Solusi ICT, Target Jadi Juara Nasional 2026
Sekjen Kabinet Bantah Isu Pemerintah Abaikan Guru, Sebut Tiga Bukti Perhatian