IMF Desak AS Kurangi Pembatasan Perdagangan demi Stabilitas Global

- Kamis, 26 Februari 2026 | 13:30 WIB
IMF Desak AS Kurangi Pembatasan Perdagangan demi Stabilitas Global

Di sisi lain, ada perkembangan menarik. Kepala IMF, Kristalina Georgieva, mengungkapkan bahwa laporan mereka sebenarnya disiapkan sebelum ada keputusan besar dari Mahkamah Agung AS pekan lalu. Putusan itu membatalkan banyak tarif yang sudah ada.

Namun begitu, situasinya malah berubah lagi. Pasca putusan pengadilan, Presiden Donald Trump justru menggunakan payung hukum yang berbeda. Ia memberlakukan tarif global baru sebesar 10 persen. Bahkan, ada isu angka itu bisa melonjak jadi 15 persen.

Georgieva sendiri mengakui bahwa IMF memahami kekhawatiran pemerintahan Trump. Defisit perdagangan AS yang membengkak dan neraca transaksi berjalan yang tidak sehat memang jadi persoalan nyata.

"Defisit neraca transaksi berjalan negara tersebut terlalu besar," tambahnya, menggarisbawahi poin laporan itu.

Jadi, tekanannya datang dari dua sisi. Dalam negeri, defisit menganga. Di luar negeri, kebijakan tarif yang fluktuatif memicu ketegangan. IMF seperti ingin AS mencari jalan tengah yang lebih stabil dan kooperatif. Masalahnya, apakah politik di Washington mendukung langkah itu? Itu pertanyaan besarnya.

Editor: Redaksi MuriaNetwork


Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar