Alfian dengan tegas membantah klaim JM bahwa dirinya ditarik bajunya oleh operator SPBU. "Saya lihat tidak ada penarikan baju ke kamu. malah sebaliknya kamu narik baju," tegasnya. Dia menantang JM untuk membuktikan sebaliknya.
Kini, JM mendekam di tahanan Mapolres Metro Jakarta Timur, menunggu proses hukum lebih lanjut.
Menurut AKBP Dicky Fertoffan, Kasat Reskrim setempat, awal mula keributan ini sepele. Bermula saat petugas SPBU di Cipinang, Pulo Gadung, menolak mengisi bensin karena pelat nomor mobil JM tak sesuai peruntukannya. Penolakan sederhana itu malah memicu amuk dan pemukulan.
Jadi, lengkap sudah. Dari penganiayaan, klaim palsu sebagai jenderal, hingga terjerat narkoba. Sungguh sebuah rangkaian perbuatan yang harus dipertanggungjawabkan.
Artikel Terkait
Malut United Kalah 2-3 dari Persija, Pelatih Apresiasi Semangat Juang Pemain
Toyota Calya Ugal-ugalan di Gunung Sahari, Dikejar Warga hingga Rusak
Kejagung Hentikan Perkara Korupsi Alex Noerdin Usai Mantan Gubernur Meninggal Dunia
Prabowo Prihatinkan Situasi Tepi Barat, Khawatirkan Dampaknya terhadap Upaya Perdamaian Gaza