Alfian dengan tegas membantah klaim JM bahwa dirinya ditarik bajunya oleh operator SPBU. "Saya lihat tidak ada penarikan baju ke kamu. malah sebaliknya kamu narik baju," tegasnya. Dia menantang JM untuk membuktikan sebaliknya.
Kini, JM mendekam di tahanan Mapolres Metro Jakarta Timur, menunggu proses hukum lebih lanjut.
Menurut AKBP Dicky Fertoffan, Kasat Reskrim setempat, awal mula keributan ini sepele. Bermula saat petugas SPBU di Cipinang, Pulo Gadung, menolak mengisi bensin karena pelat nomor mobil JM tak sesuai peruntukannya. Penolakan sederhana itu malah memicu amuk dan pemukulan.
Jadi, lengkap sudah. Dari penganiayaan, klaim palsu sebagai jenderal, hingga terjerat narkoba. Sungguh sebuah rangkaian perbuatan yang harus dipertanggungjawabkan.
Artikel Terkait
Gus Ipul: Wacana Penebalan Bansos 2026 Masih Tahap Pembahasan, Tunggu Keputusan Presiden
AS Pertimbangkan Serangan Terbatas atau Blokade Maritim ke Iran
Bansos Tahap II 2026 Dijadwalkan Cair April, Menjangkau 18 Juta KPM
Bank Woori Saudara Optimalkan Strategi Pendanaan dan Kredit untuk Jaga Margin