Suasana panik melanda Pantai Bondi, Sydney, setelah rentetan tembakan memecah kesunyian. Korban jiwa berjatuhan. Polisi mengonfirmasi, setidaknya sepuluh orang meninggal dunia dalam insiden mengerikan itu.
Menurut laporan yang beredar, salah satu dari mereka yang tewas adalah pelaku sendiri. Dia tumbang setelah terlibat baku tembak dengan aparat. Sementara itu, satu tersangka lainnya berhasil diamankan dan kini berada dalam tahanan. Polisi New South Wales menyatakan dua orang telah ditangkap terkait kasus ini.
Di sisi lain, Australian Broadcasting Corp menyebutkan bahwa salah satu dari setidaknya dua penembak itu termasuk dalam daftar korban tewas. Detailnya masih simpang siur, tapi yang jelas, tragedi ini telah mengoyak kedamaian hari itu.
Presiden Israel, Isaac Herzog, langsung menyoroti motif kebencian. Dia menyatakan bahwa orang-orang Yahudi yang hendak menyalakan lilin pertama perayaan Hanukkah di pantai menjadi sasaran serangan. Herzog dengan tegas menyebut pelakunya sebagai "teroris keji".
Sementara itu, dari dalam negeri, respons pemerintah Australia tak kalah kuat. Perdana Menteri Anthony Albanese menggambarkan insiden ini sebagai sesuatu yang "mengejutkan dan menyedihkan".
"Petugas tanggap darurat berada di lapangan dan bekerja untuk menyelamatkan nyawa," ujarnya, menegaskan upaya yang sedang dilakukan.
Kengerian itu terekam jelas oleh para saksi mata. Harry Wilson, warga setempat berusia 30 tahun, menggambarkan pemandangan yang sukar dilupakan.
"Saya melihat setidaknya 10 orang tergeletak di tanah dan darah di mana-mana," katanya kepada Sydney Morning Herald, menggambarkan kepiluan yang menyelimuti pantai yang biasanya ramai itu.
Artikel Terkait
200 Ribu Buruh Diprediksi Padati Monas dalam Perayaan May Day 2026
Bareskrim Gagalkan Peredaran 18 Kg Sabu Jaringan Malaysia-Indonesia, Tiga Tersangka Ditangkap
Kebakaran Apartemen di Tanjung Duren, 110 Personel Damkar Dikerahkan
Pemerintah Percepat Penertiban Perlintasan Sebidang Usai Kecelakaan KA di Bekasi