Rabu pagi itu, suasana di sekitar rel kereta di Jalan Kemayoran Baru, Surabaya, seperti biasa. Lalu, tepat pukul 08.21, terdengar suara keras. Seorang pria tua, Roepijono (67), tiba-tiba terseret oleh kereta barang yang melintas. Ia selamat, meski tubuhnya terlempar sejauh 30 meter.
Menurut keterangan Kapolsek Bubutan, Kompol Sandi Putra, kereta itu sedang menuju Stasiun Kalimas dari Pasar Turi. "Karena pendengaran korban sudah berkurang, jadi tidak terdengar kereta akan melintas," jelasnya.
Roepijono diketahui warga Dupak Magersari. Saat kejadian, ia sedang memilah-milah sampah botol plastik di dekat rumahnya. Lokasinya memang perkampungan padat yang berbatasan langsung dengan jalur rel.
Kondisinya parah. Saat ditemukan, ia tergeletak di samping perlintasan, tubuh penuh darah. Tapi anehnya, dia masih sadar.
Kabid Darlog BPBD Linmas Surabaya, Linda Novanti, menggambarkan suasana saat tim tiba. "Petugas tiba di lokasi, korban sudah kondisi tergeletak di samping perlintasan kereta api, langsung pengecekan dan evakuasi bersama rekan PMI," ujarnya.
Setelah kejadian mengerikan itu, korban langsung dilarikan ke RSU Dr Soetomo. Kabar baiknya, nyawanya berhasil diselamatkan. Meski harus mengalami patah tulang di kaki kanannya, ia dipastikan masih hidup dan kini sedang menjalani perawatan intensif.
Artikel Terkait
Metode Kakeibo: Teknik Pencatatan Manual dari Jepang untuk Disiplin Menabung dan Mengurangi Belanja Impulsif
Sekretaris Kabinet Bantah Kunjungan Luar Negeri Prabowo Sekadar Seremonial, Sebut Ada Capaian Konkret
Lima Jenazah Satu Keluarga Korban Ledakan Bom Perang Dunia II di Biak Dimakamkan
Kapolda Riau Ajak Masyarakat Jadikan Hari Lahir Pancasila Kompas Moral Jaga Persatuan Bangsa