Pertemuan antara Ahmad Ali dan Joko Widodo di Solo sore itu ternyata sempat diwarnai gelak tawa. Topiknya? Permintaan Jusuf Kalla yang meminta Presiden menunjukkan ijazahnya ke publik. Ali, yang menjabat sebagai Ketua Harian DPP PSI, mengaku hal itu jadi salah satu bahasan ringan mereka.
"Ya, kami ngobrol politik juga, lalu bahas soal ijazah-ijazah tipis dan hal lain," ujar Ali usai bertemu.
Ia ditemui di kawasan Sumber, Banjarsari, Solo, Senin (13/4/2026). Menurutnya, pernyataan JK yang belakangan mencuat itulah yang memicu percakapan tak terduga.
"Jadi ya, kami berdua tadi malah tertawa, bahkan hampir terbahak-bahak gitu," tuturnya sambil menjelaskan reaksi Jokowi.
Ali justru balik menantang. Daripada meminta Jokowi, lebih baik JK sendiri yang membuka lemari dan memperlihatkan dokumen pribadinya di hadapan masyarakat.
"Nih, kalau Pak JK ingin memperlihatkan ijazahnya, atau malah buku nikahnya, atau surat-surat lain yang katanya mudah diambil dari lemari, silakan saja. Silakan diperlihatkan," tantang Ali.
Namun begitu, ia menekankan bahwa pemikiran seseorang tak bisa serta-merta dijadikan patokan untuk semua orang. Menurutnya, Jokowi punya sikap yang jelas dalam soal ini.
"Pak Jokowi punya prinsip. Kalau pengadilan yang minta, ya akan ditunjukkan. Tapi di luar itu, itu ranah privat beliau," pungkas Ali tegas.
Sebelumnya, Jusuf Kalla memang menyoroti kasus ijazah Jokowi yang dianggapnya berlarut-larut. Mantan Wapres dua periode itu menilai isu ini justru merugikan Jokowi sendiri dan berpotensi memecah belah masyarakat.
Artikel Terkait
ASN di PPU Ditangkap Polisi Usai Cabuli Anak Tetangga yang Masih Berusia 10 Tahun
Pemuda 19 Tahun Tersangka Pembunuh Siswi SD di Makassar Coba Kelabui Polisi dengan Pura-pura Ribut saat Olah TKP
GEMURA Kritik Perdebatan Bantuan Kurban Presiden, Minta Publik Jaga Etika Demokrasi
Prabowo ke Macron: Stabilitas Timur Tengah Kunci Energi Global, Dukung Solusi Dua Negara untuk Palestina