Industri perbankan nasional lagi-lagi harus jaga keseimbangan di tengah situasi yang nggak mudah. Suku bunga masih fluktuatif, sementara tekanan biaya dana belum menunjukkan tanda-tanda mereda. Ini jelas jadi tantangan serius buat mempertahankan margin keuntungan.
Persoalannya kompleks. Likuiditas yang ketat, ditambah persaingan ketat dalam menghimpun dana dari masyarakat, bikin biaya dana tetap tinggi. Akibatnya, ruang untuk ekspansi margin jadi terbatas. Bank pun dituntut untuk lebih cermat lagi, baik dalam mengelola sumber pendanaan maupun saat menyalurkan kredit.
Menurut Rizal Rafly, analis dari Ajaib Sekuritas, tekanan terhadap net interest margin (NIM) ini memang sedang dialami hampir seluruh industri perbankan.
Rafly bilang, strategi yang umum diambil biasanya dengan memperbanyak porsi dana murah dan memperketat seleksi kredit.
Nah, dalam kondisi seperti ini, PT Bank Woori Saudara Indonesia 1906 Tbk (SDRA) atau BWS punya langkah sendiri. Mereka mengoptimalkan strategi pengelolaan biaya dana dan penyaluran kredit demi menjaga margin tetap solid.
Artikel Terkait
Pemerintah Coret 11.014 Penerima Bansos karena Tidak Tepat Sasaran
Gus Ipul: Wacana Penebalan Bansos 2026 Masih Tahap Pembahasan, Tunggu Keputusan Presiden
AS Pertimbangkan Serangan Terbatas atau Blokade Maritim ke Iran
Bansos Tahap II 2026 Dijadwalkan Cair April, Menjangkau 18 Juta KPM