Ancaman terbaru Donald Trump terhadap Iran terdengar keras dan gamblang: "penghancuran total". Kalimat itu ia lontarkan, konon, sebagai senjata tekanan menjelang negosiasi rumit di Pakistan. Tapi apa sebenarnya yang ia maksud dengan frasa mengerikan itu? Bukan sekadar retorika kosong, menurut sejumlah pengamat.
Teuku Rezasyah, seorang pakar hubungan internasional, punya pandangan yang cukup suram. Ia melihat pola yang berulang. Menurutnya, Trump kemungkinan besar akan mengulangi apa yang pernah AS lakukan di Irak dulu.
"AS berpotensi mempraktikkan kembali 'Carpet Bombing'," ujar Rezasyah kepada wartawan, Minggu lalu.
Ia melanjutkan, serangan semacam itu tak akan pandang bulu. "Dalam serangan barunya nanti, AS akan menyerang semua fasilitas sipil dan militer, yang dianggapnya penting," katanya.
Artikel Terkait
Perundingan Nuklir AS-Iran di Pakistan Gagal Lagi, Vance Soroti Penolakan Komitmen Jangka Panjang
Harga Emas Pegadaian Stagnan, UBS dan Galeri 24 Tak Berubah
Perundingan AS-Iran di Islamabad Buntu, Kedua Pihak Pulang Tanpa Kesepakatan
Bupati Tulungagung Gatut Sunu Wibowo Diamankan KPK dalam OTT