Namun begitu, Trump sama sekali tak bergeming. Dia malah menyebut putusan itu sebuah “aib”.
Dia punya rencana lain. Dengan nada penuh keyakinan, dia berjanji akan mempertahankan semua tarif yang terkait dengan keamanan nasional. Langkah konkretnya? Meneken instruksi presiden baru untuk memberlakukan tarif 10 persen ke seluruh negara, tentu saja dengan payung hukum yang berbeda.
Yang menarik, Trump malah berpendapat putusan Mahkamah Agung itu tanpa disadari justru memberinya kewenangan lebih besar soal tarif dibanding sebelumnya. Sebuah tafsir yang pasti akan menuai perdebatan sengit di hari-hari mendatang.
Kini, bola ada di pengadilan lagi. Pertarungan hukum dan politik antara Gedung Putih dan Mahkamah Agung tampaknya belum akan berakhir cepat.
Artikel Terkait
Kemlu Pastikan 45 WNI di Meksiko Aman Usai Operasi Militer Tewaskan Bos Kartel
Timnas Indonesia Bisa Naik ke Peringkat 118 Dunia Jika Juara FIFA Series 2026
Manchester United Tak Terkalahkan di 2026, Posisi Keempat dengan Satu Laga Tertunda
Polisi Amankan 11 Motor Geng yang Buka Paksa Portal JLNT Casablanca