Program Makan Bergizi Gratis Tembus Rp36,6 Triliun, Jumlah Penerima Capai 60 Juta Orang

- Selasa, 24 Februari 2026 | 00:00 WIB
Program Makan Bergizi Gratis Tembus Rp36,6 Triliun, Jumlah Penerima Capai 60 Juta Orang

Per 21 Februari lalu, pemerintah sudah menyalurkan dana Makan Bergizi Gratis senilai Rp36,6 triliun. Angka itu, kalau dirinci, sudah mencakup sekitar 10,9 persen dari total pagu program MBG di APBN 2026 yang mencapai Rp335 triliun. Cukup signifikan, bukan?

Wakil Menteri Keuangan Suahasil Nazara memberikan konfirmasi soal perkembangan ini. Dia tampil dalam konferensi pers APBN KiTa, Senin (23/2/2026).

"Ini angka terakhir per 21 Februari 2026," jelas Suahasil. "Kalau kita bandingkan, di akhir 2025 penerima manfaat ada 53,8 juta orang. Sekarang, jumlahnya sudah melonjak jadi 60,24 juta penerima."

Menurutnya, penyerapan anggaran untuk program ini bergerak cukup cepat. Bahkan, penyaluran dana MBG ini disebut-sebut jadi salah satu pendorong utama naiknya belanja barang pemerintah pada Januari lalu, yang total realisasinya menyentuh Rp25,9 triliun.

"Belanja barang juga mengalami peningkatan," tambahnya. "Utamanya ya karena program Makan Bergizi Gratis ini terus berjalan di Januari."

Di sisi lain, proyeksi ke depan justru lebih optimis. Menteri Koordinator Perekonomian Airlangga Hartarto sebelumnya sudah memberi sinyal. Dia memperkirakan realisasi anggaran MBG bakal tembus Rp60 triliun pada akhir triwulan pertama tahun 2026.

Kalau prediksi itu benar terjadi, dampaknya bagi perekonomian bisa cukup besar. Angka sebesar itu dipandang mampu memberikan stimulasi yang signifikan untuk pertumbuhan ekonomi di periode tersebut.

Pernyataan Airlangga itu disampaikan usai mengikuti rapat terbatas di Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (12/2/2026). Rapat itu dipimpin Presiden Prabowo Subianto dan dihadiri sejumlah menteri Kabinet Merah Putih.

"Hal ini tentu akan mendorong stimulasi perekonomian," tegas Airlangga.

Jadi, dari data yang ada, program ini tak hanya berjalan, tapi juga menunjukkan percepatan. Jumlah penerima manfaat bertambah, dan dananya mengalir relatif cepat. Kita lihat saja nanti di akhir Maret, apakah prediksi Rp60 triliun itu benar-benar terwujud.

Editor: Novita Rachma

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar