Dalam keterangan resminya, BMKG memaparkan detail pola cuaca, "Kombinasi antara MJO, Gelombang Kelvin, dan Gelombang Rossby Ekuator terpantau aktif di wilayah Lampung, Laut Jawa, Sumatera Selatan, hingga Samudra Hindia Barat Bengkulu."
Waspadai Juga Potensi Angin Kencang
Ancaman tidak hanya datang dari langit. Masyarakat di lebih dari 20 provinsi juga diminta mewaspadai potensi angin kencang yang dapat menyertai hujan lebat. Daerah yang perlu berhati-hati tersebar dari Sumatera Barat, Lampung, Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, DI Yogyakarta, Bali, NTB, NTT, hingga Kalimantan Tengah dan Selatan. Di kawasan timur, wilayah seperti Gorontalo, Sulawesi Tengah, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, Maluku Utara, Maluku, Papua Barat Daya, dan Papua Barat juga berpotensi terdampak.
Imbauan untuk Masyarakat di Awal Ramadan
Mengingat periode cuaca ekstrem ini beririsan dengan awal bulan suci Ramadan 1447 H, imbauan kewaspadaan menjadi semakin krusial. BMKG mengingatkan masyarakat untuk siaga terhadap berbagai dampak hidrometeorologi yang mungkin timbul, seperti banjir, tanah longsor, banjir bandang, angin kencang, hingga pohon tumbang. Aktivitas perjalanan sahur dan buka puasa, serta ibadah tarawih, perlu direncanakan dengan mempertimbangkan kondisi cuaca.
BMKG menekankan pentingnya mengakses informasi dari sumber yang terpercaya. "Masyarakat disarankan untuk terus memantau pembaruan informasi cuaca melalui aplikasi Info BMKG atau saluran resmi media sosial BMKG sebelum melakukan aktivitas di luar ruangan, terutama bagi warga yang berada di wilayah dengan status Siaga," ungkapnya.
Peringatan ini disampaikan sebagai bentuk kehati-hatian, mengingat dinamika atmosfer dapat berubah dengan cepat. Koordinasi antar lembaga terkait dan kesiapsiagaan masyarakat di tingkat lokal menjadi kunci untuk meminimalisir risiko bencana di tengah periode cuaca yang menantang ini.
Artikel Terkait
Donnarumma Bantah Isu Minta Bonus, Ungkap Luka Terbesar Setelah Italia Gagal ke Piala Dunia
Pertamina Siapkan Strategi Lima Pilar Hadapi Gejolak Energi Global 2026
Bank Dunia Soroti Ketahanan Ekonomi Indonesia di Tengah Gejolak Global
Ginandjar Kartasasmita: Kunci Pulihkan Rupiah Bukan Cetak Uang, Tapi Kepercayaan