Di tengah ketidakpastian geopolitik global, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia mengakui bahwa tantangan dalam mengimpor BBM memang masih ada. Situasi di sejumlah kawasan produsen minyak dunia, termasuk hambatan di Selat Hormuz yang jadi jalur vital, memang memengaruhi pasokan. Tapi, dia menegaskan, kondisi stok nasional kita sebenarnya masih aman.
Karena itu, Bahlil secara khusus meminta masyarakat untuk tetap tenang. Jangan sampai muncul aksi panic buying yang justru bisa bikin kacau distribusi energi di dalam negeri.
"Kalau kebutuhan sehari cukup 30 atau 40 liter, ya gunakan secukupnya. Tidak perlu ada panic buying," tegas Bahlil.
Pernyataan itu disampaikannya saat berkunjung ke Solo, Jawa Tengah, Kamis lalu. Menurutnya, pembelian berlebihan hanya akan mempersulit situasi dan berpotensi dimanfaatkan oknum tak bertanggung jawab.
"Jangan sampai masih ada yang antre di SPBU-SPBU, mobil-mobil truk, padahal isinya bukan untuk mengangkut, tetapi abis itu dijual lagi," tambahnya.
Lalu, apa yang sedang dilakukan pemerintah? Upayanya berjalan di dua front. Pertama, dengan mencari sumber impor alternatif dari berbagai negara, tidak bergantung pada satu kawasan saja. Presiden sendiri sudah memerintahkan langkah ini.
"Presiden semalam memerintahkan kepada saya dan tim untuk segera mencari pasokan-pasokan minyak kita dari hampir semua negara. Kemudian mengoptimalkan semua energi yang ada pada kita," ujar Bahlil.
Kedua, dengan menggenjot produksi dalam negeri seoptimal mungkin. Strategi ini diharapkan bisa mengurangi risiko gangguan suplai ke depan.
Di lapangan, sejauh ini distribusi BBM disebut masih relatif lancar. Tidak ada antrean yang signifikan atau memanjang di SPBU-SPBU. Cadangan operasional nasional juga terus diperbarui, jadi masih dalam batas yang wajar.
Namun begitu, pemerintah tetap mewaspadai kemungkinan penimbunan. Imbauan pun disampaikan agar tidak ada pihak yang mencoba mengambil keuntungan di saat seperti ini, karena jelas akan merugikan banyak orang.
Intinya, situasinya terkendali. Asal semua pihak, dari pemerintah hingga masyarakat, bisa bersikap rasional dan tidak panik.
Artikel Terkait
Arus Balik Libur Iduladha: 199 Ribu Kendaraan Masuk Jabotabek pada H+4, Naik 13,4 Persen
Presiden Prabowo Terima Wakil PM Qatar di Istana Merdeka, Perkuat Kerja Sama Strategis
KPK Tunda Pelimpahan Berkas Korupsi Kuota Haji hingga Ibadah Haji Selesai
Rupiah Menguat 76 Poin ke Rp17.805 di Tengah Ketegangan Selat Hormuz dan Aturan Baru Devisa Ekspor