"Banjir dari pagi. Ketinggian air sedengkul lebih di jalan tapi tidak sampai masuk ke dalam rumah," ujarnya, Jumat (20/2/2026).
Upaya penanganan pun dilakukan. Tiga pompa milik perumahan dikerahkan habis-habisan. Tak cuma itu, Balai Besar Wilayah Sungai Ciliwung Cisadane juga turun tangan dengan menurunkan pompa portable untuk membuang air ke arah Kali Cakung.
Sayangnya, cuaca belum sepenuhnya bersahabat. Hujan ringan masih sesekali turun di Jumat siang, memperlambat upaya pengeringan. Warga hanya bisa menunggu dan berharap air tak bertambah tinggi.
Di sisi lain, harapan terbesar warga sebenarnya bukan sekadar pompa. Mereka mendesak Pemkot Bekasi untuk memberikan solusi permanen. Perbaikan drainase dan penanganan serius pada aliran Kali Cakung menjadi tuntutan utama. Tanpa itu, banjir langganan ini dipastikan akan kembali datang setiap musim hujan, menggenangi rumah dan mengganggu kehidupan mereka. Lagi, dan lagi.
Artikel Terkait
Menteri Keuangan Akui Desain Coretax yang Sulit Picu Maraknya Joki Pajak
Ronaldo Diduga Ucapkan Bismillah Sebelum Eksekusi Penalti, Tuai Sorotan
Lurah Kalisari Minta Maaf, Petugas Diberi Sanksi Usai Unggah Foto AI untuk Laporan Parkir Liar
Libur Panjang Paskah 2026: 340 Ribu Penumpang Padati Kereta Jarak Jauh di Daop 1 Jakarta