Kehadiran Prabowo di sini jelas punya arti penting. Ini menegaskan komitmen Indonesia untuk aktif dalam pembentukan dan penguatan BoP. Mekanisme internasional yang bersifat transisional ini memang mengacu pada mandat resolusi PBB tersebut.
Indonesia pun menyatakan kesiapan prinsipnya. Mereka siap berkontribusi pada International Stabilization Force (ISF), tentu dengan syarat. Mandatnya harus jelas, parameter operasional disepakati bersama, dan yang paling krusial: selaras dengan hukum internasional serta batasan-batasan nasional Indonesia.
Di sisi lain, dukungan untuk rekonstruksi dan stabilisasi Gaza jangka panjang tetap menjadi prioritas. Semua itu, tentu saja, dengan tetap menghormati hak rakyat Palestina dan visi Solusi Dua Negara yang telah lama diperjuangkan.
Artikel Terkait
Polisi Bogor Bongkar Pabrik Oplosan Gas Elpiji, Rugikan Negara Rp13,2 Miliar
Pemerintah Siapkan Lahan Strategis untuk Perumahan Rakyat
Wali Kota Bima Turun Tangan Mediasi Polemik Dapodik Siswa Kelas VI
Ramalan Keuangan Aries 7 April 2026: Pemasukan Stabil, Waspada Pengeluaran Impulsif