Kehadiran Prabowo di sini jelas punya arti penting. Ini menegaskan komitmen Indonesia untuk aktif dalam pembentukan dan penguatan BoP. Mekanisme internasional yang bersifat transisional ini memang mengacu pada mandat resolusi PBB tersebut.
Indonesia pun menyatakan kesiapan prinsipnya. Mereka siap berkontribusi pada International Stabilization Force (ISF), tentu dengan syarat. Mandatnya harus jelas, parameter operasional disepakati bersama, dan yang paling krusial: selaras dengan hukum internasional serta batasan-batasan nasional Indonesia.
Di sisi lain, dukungan untuk rekonstruksi dan stabilisasi Gaza jangka panjang tetap menjadi prioritas. Semua itu, tentu saja, dengan tetap menghormati hak rakyat Palestina dan visi Solusi Dua Negara yang telah lama diperjuangkan.
Artikel Terkait
Ronaldo Diduga Ucapkan Bismillah Sebelum Eksekusi Penalti, Tuai Sorotan
Lurah Kalisari Minta Maaf, Petugas Diberi Sanksi Usai Unggah Foto AI untuk Laporan Parkir Liar
Libur Panjang Paskah 2026: 340 Ribu Penumpang Padati Kereta Jarak Jauh di Daop 1 Jakarta
Cara Cek Penerima PKH Tahap 2 dan Besaran Bantuannya