"Manasik tidak lagi berhenti pada teori rukun dan wajib haji, tetapi menyentuh aspek teknis perjalanan yang kerap menjadi sumber kekhawatiran,"
ujar Glenny.
Ini sekaligus penegasan peran Garuda sebagai mitra strategis pemerintah. Kolaborasi antara pusat, daerah, dan maskapai terasa makin konkret, fokus pada persiapan jamaah sejak dini di embarkasi.
Di sisi lain, penempatan pesawat latihan di Aceh punya makna sejarah yang dalam. Jangan lupa, dari sinilah Garuda Indonesia lahir, didukung penuh rakyat Aceh melalui pesawat Seulawah RI-001 yang legendaris. Kini, hadiahnya kembali.
Alhasil, manasik haji di Aceh jadi jauh lebih komprehensif. Calon jamaah tidak cuma paham teori, tapi juga siap mental dan teknis. Mereka bisa menjalani penerbangan haji yang sesungguhnya dengan lebih percaya diri nantinya.
Artikel Terkait
Menteri Keuangan Akui Desain Coretax yang Sulit Picu Maraknya Joki Pajak
Ronaldo Diduga Ucapkan Bismillah Sebelum Eksekusi Penalti, Tuai Sorotan
Lurah Kalisari Minta Maaf, Petugas Diberi Sanksi Usai Unggah Foto AI untuk Laporan Parkir Liar
Libur Panjang Paskah 2026: 340 Ribu Penumpang Padati Kereta Jarak Jauh di Daop 1 Jakarta