Direktur Utama Green Power Dideportasi, Perusahaan Siapkan RUPSLB

- Senin, 08 Desember 2025 | 15:50 WIB
Direktur Utama Green Power Dideportasi, Perusahaan Siapkan RUPSLB

An Shaohong, sang Direktur Utama PT Green Power Group Tbk (LABA), ternyata sudah dideportasi. Ia dikembalikan ke China, negara asalnya, yang selama ini mencatat namanya dalam daftar buronan. Berita ini tentu saja mengejutkan banyak pihak.

Di sisi lain, perusahaan tampak berusaha mengamankan situasi. Lewat Corporate Secretary-nya, Lu Haiying, Green Power menyatakan telah mengajukan rencana Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) awal Desember lalu. Rencananya, jika memang harus ada perubahan struktur organ perusahaan, semuanya bisa dijalankan pada Januari 2026.

"Sehingga apabila diperlukan adanya penyesuaian struktur organ perseroan, atas perihal ini, maka segera dapat dilaksanakan di bulan Januari 2026,"

jelas Lu dalam keterbukaan informasi yang dirilis Senin (8/12/2025).

Soal kontak dengan An? Sampai sekarang nihil. Perusahaan mengaku tak bisa menghubunginya dan masih berusaha mengonfirmasi kabar deportasi ini ke instansi berwenang. Namun begitu, Lu Haiying bersikukuh bahwa masalah imigrasi An adalah urusan pribadi.

Menurutnya, hal itu sama sekali tidak terkait dengan operasional bisnis Green Power yang tetap berjalan.

"Perseroan tidak ikut terlibat dengan kasus yang dihadapi oleh An Shaohong, baik yang ada di dalam negeri maupun dari negara asalnya,"

tegas Lu.

Ia memastikan tim manajemen yang ada tetap menjalankan perusahaan dengan normal, dari level induk sampai anak usaha. Semua proyek dan kewajiban kepada pelanggan diklaim tak terganggu sedikitpun.

An Shaohong sendiri baru menduduki posisi puncak di LABA pada Juni 2025. Pria asal Zhejiang ini sebelumnya membangun karier di Zhejiang Huitong Construction sebagai General Manager. Selain memimpin Green Power, dia juga tercatat memegang jabatan Komisaris Utama di dua emiten lain: PT Karya Perkasa Jaya Tbk (KRYA) dan PT Oscar Mitra Sukses Sejahtera Tbk (OLIV).

Kini, dengan ketidakpastian keberadaan sang direktur, perhatian beralih pada langkah strategis perusahaan menghadapi bulan-bulan ke depan.

Editor: Hendra Wijaya

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar

Terpopuler