"Perseroan tidak ikut terlibat dengan kasus yang dihadapi oleh An Shaohong, baik yang ada di dalam negeri maupun dari negara asalnya,"
tegas Lu.
Ia memastikan tim manajemen yang ada tetap menjalankan perusahaan dengan normal, dari level induk sampai anak usaha. Semua proyek dan kewajiban kepada pelanggan diklaim tak terganggu sedikitpun.
An Shaohong sendiri baru menduduki posisi puncak di LABA pada Juni 2025. Pria asal Zhejiang ini sebelumnya membangun karier di Zhejiang Huitong Construction sebagai General Manager. Selain memimpin Green Power, dia juga tercatat memegang jabatan Komisaris Utama di dua emiten lain: PT Karya Perkasa Jaya Tbk (KRYA) dan PT Oscar Mitra Sukses Sejahtera Tbk (OLIV).
Kini, dengan ketidakpastian keberadaan sang direktur, perhatian beralih pada langkah strategis perusahaan menghadapi bulan-bulan ke depan.
Artikel Terkait
Menkeu Purbaya Tantang Investor: Tertawakan Saya, Tapi Jangan Lupa Investasi
Cincin Donat untuk Pejalan Kaki: MRT Jakarta Rancang Jembatan Melingkar di Dukuh Atas
Pertamina Usul Batasi Pembelian LPG 3 Kg Maksimal 10 Tabung per KK Mulai 2026
LPS Soroti Suku Bunga Simpanan yang Belum Turun Sesuai Sinyal Pasar