"Tujuan kami jelas, angka kanker serviks harus turun signifikan dalam beberapa tahun ke depan," tegas Menkes.
Target Jangkauan yang Ambisius
Untuk mewujudkan ambisi ini, Kementerian Kesehatan telah menetapkan target sasaran yang luas. Pada program vaksinasi, pemerintah menargetkan sekitar 2,1 juta anak perempuan usia 11 tahun untuk menerima vaksin HPV. Cakupan juga akan diperluas bagi remaja perempuan berusia 15 tahun yang belum mendapatkan vaksin, bahkan hingga perempuan berusia 21 tahun, secara gratis.
Di sisi lain, pilar skrining juga akan diperkuat secara masif. Saat ini, kapasitas deteksi dini kanker telah dimiliki oleh sekitar 10 ribu puskesmas di seluruh Indonesia. Dalam lima tahun ke depan, Kemenkes menargetkan 40 juta perempuan untuk menjalani skrining kanker serviks dan payudara, sebuah upaya yang membutuhkan koordinasi dan sumber daya yang besar.
Menkes Budi Gunadi Sadikin menekankan pentingnya komitmen bersama dalam mencapai target skrining ini.
"Seluruh perempuan di atas 30 tahun minimal harus mendapatkan skrining kanker serviks dan payudara," katanya.
Dengan menggabungkan vaksinasi yang diperluas dan program skrining yang masif, langkah pemerintah ini menunjukkan pendekatan yang lebih holistik dalam menghadapi ancaman kanker serviks di Tanah Air.
Artikel Terkait
Pemerintah dan Arab Saudi Pastikan Haji 2026 Aman dan Biaya Turun Rp2 Juta
Pemerintah Jamin Biaya Haji 2026 Tak Naik Meski Ada Dampak Konflik Timur Tengah
Pemerintah Alokasikan Rp1,77 Triliun APBN untuk Tanggung Kenaikan Biaya Haji Akibat Lonjakan Avtur
Presiden Prabowo Tegaskan Kunjungan Luar Negeri untuk Jamin Pasokan Minyak