Mulai 2027, Vaksin HPV Gratis Diperluas untuk Anak Laki-laki Usia 11 Tahun

- Rabu, 18 Februari 2026 | 11:40 WIB
Mulai 2027, Vaksin HPV Gratis Diperluas untuk Anak Laki-laki Usia 11 Tahun

MURIANETWORK.COM - Pemerintah Indonesia, melalui Kementerian Kesehatan, akan memperluas cakupan vaksinasi Human Papillomavirus (HPV) secara nasional. Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menyatakan bahwa mulai tahun 2027, program vaksinasi gratis tidak hanya untuk anak perempuan, tetapi juga akan diberikan kepada anak laki-laki yang berusia 11 tahun. Kebijakan ini merupakan bagian dari strategi jangka panjang untuk menekan angka kanker serviks dengan pendekatan yang lebih komprehensif.

Strategi Nasional untuk Eliminasi Kanker Serviks

Perluasan vaksinasi ini menandai pergeseran strategi dari fokus tunggal pada perempuan menjadi pendekatan yang melibatkan seluruh populasi. Selama ini, program vaksin HPV memang difokuskan pada anak perempuan usia 11 tahun. Namun, pemikiran global dalam pemberantasan kanker serviks telah berkembang. Meskipun laki-laki tidak dapat terkena kanker serviks, mereka berperan sebagai pembawa virus HPV yang dapat menularkannya kepada pasangan. Oleh karena itu, imunisasi pada anak laki-laki dinilai sebagai langkah preventif yang penting untuk memutus rantai penularan.

Dalam sebuah kampanye peringatan Hari Kanker Sedunia di Jakarta, Menkes Budi Gunadi Sadikin menjelaskan alasan di balik kebijakan baru ini.

"Pada 2027, kami akan mulai ke anak laki-laki usia 11 tahun. Laki-laki mungkin tidak akan kena kanker serviks, tapi bisa menjadi pembawa virus," ujarnya.

Tiga Pilar Utama Pencegahan

Menkes menegaskan bahwa perluasan vaksinasi ini bukanlah langkah yang berdiri sendiri, melainkan bagian integral dari strategi nasional yang mengacu pada kerangka global. Strategi tersebut bertumpu pada tiga pilar utama: vaksinasi HPV, skrining atau deteksi dini, serta penanganan cepat bagi pasien yang terdiagnosis. Dengan menguatkan ketiga aspek ini, pemerintah berharap dapat mencapai target penurunan angka kanker serviks secara signifikan dalam beberapa tahun mendatang.

"Tujuan kami jelas, angka kanker serviks harus turun signifikan dalam beberapa tahun ke depan," tegas Menkes.

Target Jangkauan yang Ambisius

Untuk mewujudkan ambisi ini, Kementerian Kesehatan telah menetapkan target sasaran yang luas. Pada program vaksinasi, pemerintah menargetkan sekitar 2,1 juta anak perempuan usia 11 tahun untuk menerima vaksin HPV. Cakupan juga akan diperluas bagi remaja perempuan berusia 15 tahun yang belum mendapatkan vaksin, bahkan hingga perempuan berusia 21 tahun, secara gratis.

Di sisi lain, pilar skrining juga akan diperkuat secara masif. Saat ini, kapasitas deteksi dini kanker telah dimiliki oleh sekitar 10 ribu puskesmas di seluruh Indonesia. Dalam lima tahun ke depan, Kemenkes menargetkan 40 juta perempuan untuk menjalani skrining kanker serviks dan payudara, sebuah upaya yang membutuhkan koordinasi dan sumber daya yang besar.

Menkes Budi Gunadi Sadikin menekankan pentingnya komitmen bersama dalam mencapai target skrining ini.

"Seluruh perempuan di atas 30 tahun minimal harus mendapatkan skrining kanker serviks dan payudara," katanya.

Dengan menggabungkan vaksinasi yang diperluas dan program skrining yang masif, langkah pemerintah ini menunjukkan pendekatan yang lebih holistik dalam menghadapi ancaman kanker serviks di Tanah Air.

Editor: Novita Rachma

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar