Trump Sampaikan Ucapan Selamat Ramadan, Tegaskan Komitmen Kebebasan Beragama

- Rabu, 18 Februari 2026 | 12:40 WIB
Trump Sampaikan Ucapan Selamat Ramadan, Tegaskan Komitmen Kebebasan Beragama

MURIANETWORK.COM - Presiden Amerika Serikat Donald Trump secara resmi menyampaikan ucapan selamat menyambut bulan suci Ramadan kepada seluruh umat Muslim. Pernyataan tertulisnya dirilis oleh Gedung Putih pada Rabu (18 Februari 2026), menekankan pentingnya kebebasan beragama dan nilai-nilai spiritual yang diperkuat selama bulan puasa.

Pesan Penghormatan di Bulan Suci

Dalam pernyataannya, Trump menggambarkan Ramadan sebagai periode yang sarat dengan makna dan refleksi. Ia menyoroti praktik ibadah yang dijalankan oleh warga Muslim Amerika, yang tidak hanya berupa puasa, tetapi juga upaya mempererat hubungan sosial.

"Ramadan merupakan masa yang penuh penghormatan," ucap Trump.

Ia melanjutkan dengan menjelaskan dimensi sosial dari ibadah tersebut. "Di bulan yang suci ini, banyak warga Amerika menjalankan ibadah dan puasa, memperkuat ikatan keluarga dan komunitas, serta menegaskan nilai-nilai bersama kita tentang kasih sayang, amal, welas asih, dan kerendahan hati," jelasnya.

Komitmen terhadap Kebebasan Beragama

Lebih lanjut, Presiden ke-45 AS itu menegaskan komitmen pemerintahannya dalam melindungi hak konstitusional setiap warga negara. Jaminan untuk menjalankan keyakinan secara bebas dan tanpa rasa takut menjadi poin sentral dalam pesannya, yang kerap menjadi perhatian dalam diskursus politik domestik.

"Hak yang diberikan Tuhan untuk beribadah secara bebas adalah ciri khas bangsa kita dan pilar kekuatan dan kesejahteraan kita," tegas Trump.

Pernyataan itu ditutup dengan penegasan prinsip dasar kebebasan beragama. "Kebebasan beragama berarti kebebasan untuk menjalankan agama Anda dengan bangga dan tanpa takut tekanan," tuturnya.

Ucapan selamat Ramadan dari seorang presiden AS telah menjadi tradisi tahunan, mencerminkan pengakuan terhadap keragaman dan pluralitas yang menjadi bagian dari masyarakat Amerika. Pesan kali ini disampaikan dalam nada yang konsisten dengan narasi kebebasan sipil yang kerap diangkat dalam berbagai kesempatan.

Editor: Lia Putri

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar