MURIANETWORK.COM - Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi memproyeksikan arus penumpang kapal penyeberangan selama periode mudik dan balik Lebaran 2026 akan mencapai 3,75 juta orang. Proyeksi ini disampaikan dalam rapat koordinasi di Lampung, dengan Pelabuhan Bakauheni diprediksi menjadi titik tersibuk secara nasional. Menghadapi lonjakan tersebut, pemerintah telah menyiapkan sejumlah strategi operasional dan pengamanan untuk menjamin kelancaran perjalanan masyarakat.
Bakauheni Jadi Titik Fokus Arus Mudik
Berdasarkan data yang dihimpun, Pelabuhan Penyeberangan Bakauheni diperkirakan akan menjadi episentrum lalu lintas mudik dari dan menuju Pulau Sumatra. Sebagai pelabuhan asal, penumpang yang berangkat dari Bakauheni diprediksi mencapai 813 ribu orang. Angka ini jauh lebih kecil dibandingkan perannya sebagai tujuan, yang diproyeksikan menampung hingga 2,94 juta penumpang.
Angka-angka ini, menurut Menhub, tidak bisa dilihat secara terpisah. Mereka berkaitan erat dengan pergerakan dari Pelabuhan Merak di Jawa, yang mayoritas penumpangnya akan menyeberang ke Bakauheni. Kondisi ini menuntut kesiapan ekstra.
"Perlu diwaspadai bersama, angka yang ada di Pelabuhan Penyeberangan Bakauheni sejatinya tidak berdiri sendiri, melainkan perlu digabung dengan potensi pergerakan penumpang di Pelabuhan Penyeberangan Merak," jelas Dudy Purwagandhi.
Dia menegaskan, penguatan pengamanan dan manajemen operasional yang optimal mutlak diperlukan untuk memberikan jaminan keamanan dan kenyamanan bagi para pemudik.
Kesiapan Armada dan Rute Penyeberangan
Secara nasional, Kementerian Perhubungan telah menyiagakan 255 unit kapal penyeberangan. Armada ini memiliki kapasitas angkut total hingga 6,15 juta penumpang dan 770 ribu kendaraan, yang akan melayani 15 lintas penyeberangan di seluruh Indonesia.
Khusus untuk rute penghubung Jawa-Sumatera, tersedia lima jalur operasional. Lintas utama tetap Merak-Bakauheni, didukung oleh alternatif seperti Ciwandan-Bakauheni dan Ciwandan-PT Wijaya Karya Beton. Sebagai bagian dari rencana kontingensi, juga disiapkan rute BBJ Bojonegara-BBJ Muara Pilu serta PT Krakatau Bandar Samudera-Panjang.
Strategi Pengendalian Lalu Lintas di Buffer Zone
Untuk mencegah penumpukan kendaraan di area pelabuhan, akan diterapkan sistem penundaan atau delaying system di sekitar Bakauheni. Sistem ini memanfaatkan sepuluh titik buffer zone yang tersebar di jalan tol dan arteri menuju pelabuhan.
Lokasi-lokasi seperti terminal, area parkir, dan rumah makan akan difungsikan sebagai tempat penampungan sementara. Strategi ini tidak hanya bertujuan memecah kepadatan, tetapi juga memberikan kesempatan bagi pemudik untuk beristirahat.
"Harapannya, selain dapat memecah kepadatan arus lalu lintas, penerapan delaying system ini juga bisa dimanfaatkan oleh pemudik untuk beristirahat sebelum melanjutkan perjalanan," tutur Menhub.
Antisipasi Kemacetan di Titik Rawan Lampung
Dalam rapat tersebut, Dudy Purwagandhi juga meminta Pemerintah Provinsi Lampung untuk mengantisipasi potensi kemacetan di sejumlah titik rawan. Perhatian khusus diberikan pada aktivitas pasar tumpah, seperti Pasar Pringsewu dan Pasar Natar, yang kerap memicu hambatan samping di jalan nasional.
Tak kalah penting, kesiapan juga diperlukan di destinasi wisata yang diperkirakan ramai dikunjungi, seperti Pantai Arang dan Air Terjun Way Tebing Cepa. Pengelolaan arus lalu lintas di lokasi-lokasi ini harus disiapkan guna mengantisipasi lonjakan pengunjung selama liburan.
"Terkait pasar tumpah, perlu pengendalian dan pengaturan hambatan samping arus kendaraan di jalan nasional menuju dan sekitar Pelabuhan Penyeberangan Bakauheni. Begitu pun di lokasi wisata, perlu disiapkan manajemen arus lalu lintas," ungkapnya.
Koordinasi yang erat antara pemerintah pusat dan daerah, khususnya Lampung sebagai provinsi tujuan favorit, dinilai sebagai fondasi kunci untuk menciptakan arus mudik yang aman, lancar, dan terkendali tahun depan.
Artikel Terkait
Mendag Klaim Stok Minyak Goreng Aman Jelang Ramadan Berkat Pasokan BUMN
Trump Sampaikan Ucapan Selamat Ramadan, Tegaskan Komitmen Kebebasan Beragama
Karyawan PNM Mekaar Bengkulu Raih Reward Umrah Atas Dedikasi Tingkatkan Usaha Perempuan Prasejahtera
Ekspor Jepang Melonjak 16,8% di Januari 2026, Defisit Perdagangan Mengecil