Menhub Proyeksikan 3,75 Juta Penumpang Kapal Mudik Lebaran 2026, Bakauheni Jadi Titik Tersibuk

- Rabu, 18 Februari 2026 | 12:00 WIB
Menhub Proyeksikan 3,75 Juta Penumpang Kapal Mudik Lebaran 2026, Bakauheni Jadi Titik Tersibuk

MURIANETWORK.COM - Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi memproyeksikan arus penumpang kapal penyeberangan selama periode mudik dan balik Lebaran 2026 akan mencapai 3,75 juta orang. Proyeksi ini disampaikan dalam rapat koordinasi di Lampung, dengan Pelabuhan Bakauheni diprediksi menjadi titik tersibuk secara nasional. Menghadapi lonjakan tersebut, pemerintah telah menyiapkan sejumlah strategi operasional dan pengamanan untuk menjamin kelancaran perjalanan masyarakat.

Bakauheni Jadi Titik Fokus Arus Mudik

Berdasarkan data yang dihimpun, Pelabuhan Penyeberangan Bakauheni diperkirakan akan menjadi episentrum lalu lintas mudik dari dan menuju Pulau Sumatra. Sebagai pelabuhan asal, penumpang yang berangkat dari Bakauheni diprediksi mencapai 813 ribu orang. Angka ini jauh lebih kecil dibandingkan perannya sebagai tujuan, yang diproyeksikan menampung hingga 2,94 juta penumpang.

Angka-angka ini, menurut Menhub, tidak bisa dilihat secara terpisah. Mereka berkaitan erat dengan pergerakan dari Pelabuhan Merak di Jawa, yang mayoritas penumpangnya akan menyeberang ke Bakauheni. Kondisi ini menuntut kesiapan ekstra.

"Perlu diwaspadai bersama, angka yang ada di Pelabuhan Penyeberangan Bakauheni sejatinya tidak berdiri sendiri, melainkan perlu digabung dengan potensi pergerakan penumpang di Pelabuhan Penyeberangan Merak," jelas Dudy Purwagandhi.

Dia menegaskan, penguatan pengamanan dan manajemen operasional yang optimal mutlak diperlukan untuk memberikan jaminan keamanan dan kenyamanan bagi para pemudik.

Kesiapan Armada dan Rute Penyeberangan

Secara nasional, Kementerian Perhubungan telah menyiagakan 255 unit kapal penyeberangan. Armada ini memiliki kapasitas angkut total hingga 6,15 juta penumpang dan 770 ribu kendaraan, yang akan melayani 15 lintas penyeberangan di seluruh Indonesia.

Khusus untuk rute penghubung Jawa-Sumatera, tersedia lima jalur operasional. Lintas utama tetap Merak-Bakauheni, didukung oleh alternatif seperti Ciwandan-Bakauheni dan Ciwandan-PT Wijaya Karya Beton. Sebagai bagian dari rencana kontingensi, juga disiapkan rute BBJ Bojonegara-BBJ Muara Pilu serta PT Krakatau Bandar Samudera-Panjang.

Editor: Novita Rachma


Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar