Banjir kembali merendam beberapa titik di Kelapa Gading, Jakarta Utara. Situasinya cukup parah, hingga memaksa ratusan warga untuk meninggalkan rumah mereka. Tercatat, ada 201 orang dari RW 03, Kelurahan Pegangsaan Dua, yang terpaksa mengungsi mencari tempat yang lebih aman.
Menurut Lurah Pegangsaan Dua, Sarmudi, para pengungsi itu kini tersebar di berbagai lokasi. Mereka mengandalkan masjid, musala, bahkan gardu warga yang disulap jadi tempat penampungan darurat.
"Para pengungsi tersebar di beberapa masjid, musala serta gardu warga yang dijadikan tempat penampungan sementara," ujarnya, Minggu (18/1/2026).
Rinciannya, warga mengungsi ke Masjid At-Taqwa di RT 003, lalu Masjid Al-Husnah di RT 004. Ada juga yang ke Gardu FBR dan Mushola Darul Mukmin di RT 005, serta Masjid Jami Albahriyah di RT 006. Untungnya, RT 007 dilaporkan tak ada warganya yang mengungsi.
Dari sekian banyak pengungsi, kondisi kelompok rentan paling jadi perhatian. Sarmudi menyebut ada 19 lansia dan 37 balita serta anak-anak di antara mereka. Mereka ditampung bersama kepala keluarga dan warga dewasa lain dalam kondisi yang serba terbatas. Sungguh memprihatinkan.
Artikel Terkait
Museveni Kembali Berkuasa, Uganda Terbelah di Tengah Dugaan Kecurangan dan Intimidasi
Masalah Mesin Dikenali Sebelum ATR 42 Jatuh di Bulusaraung
Prabowo Buka Diplomasi 2026 dengan Lawatan Intens ke Inggris dan Swiss
Kapolda dan Anggota DPR Turun Langsung Jenguk Nenek Korban Keroyok Penambang Ilegal