Di sisi lain, upaya penanganan terus digeber. Kelurahan tak bekerja sendirian. Mereka berkoordinasi dengan BPBD, pihak kecamatan, dan Suku Dinas Sosial Jakut untuk memastikan keselamatan dan kebutuhan dasar para korban banjir. Pendataan warga terdampak juga masih terus dilakukan.
"Kami juga berkoordinasi dengan pihak terkait agar bantuan dapat segera disalurkan sesuai kebutuhan," tambah Sarmudi.
Lalu, bantuan apa yang paling dibutuhkan saat ini? Daftarnya cukup panjang dan mendesak. Mulai dari popok untuk dewasa dan balita, selimut, susu anak, sampai perlak dan biskuit. Jangan lupa perlengkapan kebersihan seperti sabun, bahkan minyak kayu putih untuk menghangatkan badan.
"Kami berharap dukungan dari berbagai pihak agar kebutuhan para pengungsi, khususnya lansia dan anak-anak, dapat segera terpenuhi," harapnya.
Ia menekankan, dalam situasi sulit seperti ini, semangat gotong royong adalah kekuatan utama. Itu yang bisa menguatkan semua pihak untuk bertahan dan pulih bersama.
Artikel Terkait
FPI Desak Presiden Prabowo Sampaikan Belasungkawa Terbuka Atas Gugurnya Pemimpin Iran
Jepara Gelar Pameran Mebel Internasional dengan Konsep Jelajah Klaster Industri
Polisi Selidiki Pencurian Uang Takziah oleh Wanita Berpura-pura Melayat di Kramat Jati
DPR Dorong Insentif Pemerintah untuk Dongkrak Daya Saing Industri Makanan dan Minuman Lokal