Di sisi lain, upaya penanganan terus digeber. Kelurahan tak bekerja sendirian. Mereka berkoordinasi dengan BPBD, pihak kecamatan, dan Suku Dinas Sosial Jakut untuk memastikan keselamatan dan kebutuhan dasar para korban banjir. Pendataan warga terdampak juga masih terus dilakukan.
"Kami juga berkoordinasi dengan pihak terkait agar bantuan dapat segera disalurkan sesuai kebutuhan," tambah Sarmudi.
Lalu, bantuan apa yang paling dibutuhkan saat ini? Daftarnya cukup panjang dan mendesak. Mulai dari popok untuk dewasa dan balita, selimut, susu anak, sampai perlak dan biskuit. Jangan lupa perlengkapan kebersihan seperti sabun, bahkan minyak kayu putih untuk menghangatkan badan.
"Kami berharap dukungan dari berbagai pihak agar kebutuhan para pengungsi, khususnya lansia dan anak-anak, dapat segera terpenuhi," harapnya.
Ia menekankan, dalam situasi sulit seperti ini, semangat gotong royong adalah kekuatan utama. Itu yang bisa menguatkan semua pihak untuk bertahan dan pulih bersama.
Artikel Terkait
Banjir Pekalongan Picu Antrean Panjang Pembatalan Tiket di Stasiun Tawang
Warga Temukan Jenazah Korban Jatuhnya Pesawat di Tebing 200 Meter
Kusir Delman Raup Untung di Tengah Banjir Kelapa Gading
Jakarta Tenggelam: 45 RT dan 21 Ruas Jalan Masih Terendam Banjir