Laporan terbaru dari Bank Indonesia menunjukkan angka utang luar negeri kita pada akhir tahun 2025 mengalami kenaikan. Tepatnya di triwulan keempat, posisinya tercatat mencapai USD431,7 miliar. Angka ini naik sekitar USD4 miliar dibandingkan catatan di triwulan sebelumnya yang sebesar USD427,6 miliar.
Menurut keterangan resmi yang dirilis Rabu (18/2/2026), peningkatan ini terutama didorong oleh utang di sektor publik. Ramdan Denny Prakoso, Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI, yang memberikan penjelasan.
“Perkembangan ULN tersebut dipengaruhi oleh aliran masuk modal asing pada Surat Berharga Negara (SBN) internasional seiring tetap baiknya kepercayaan investor terhadap prospek perekonomian Indonesia di tengah meningkatnya ketidakpastian pasar keuangan global,”
ujar Ramdan.
Dia merinci, utang pemerintah saja pada periode tersebut membengkak menjadi USD214,3 miliar. Sebelumnya di triwulan III, angkanya masih USD210,1 miliar. Namun begitu, BI memastikan utang pemerintah ini dikelola dengan sangat hati-hati, terukur, dan akuntabel. Tujuannya jelas: untuk membiayai program-program prioritas yang mendukung keberlanjutan fiskal dan menguatkan perekonomian nasional.
Artikel Terkait
Hakim Federal Batalkan Panggilan Paksa untuk The Fed, Sebut Tuduhan ke Jerome Powell Tak Berdasar
Arus Mudik di Gerem Cilegon Masih Sepi Jelang Puncak Lebaran 2026
AS Kerahkan 2.500 Marinir dari Jepang ke Timur Tengah, Kurangi Posisi di Indo-Pasifik
Lebaran 2026: Baru 23% Kendaraan Keluar Jakarta, Gelombang Utama Mudik Masih Menanti