Tapi tampaknya, Gubernur tak mau menunggu terlalu lama. “Walaupun nanti belum diputuskan, saya tetap akan segera membangun Rumah Sakit Sumber Waras ini,” tegasnya. Soal nama, katanya, akan diputuskan kemudian. Yang jelas, dia menegaskan bahwa persoalan hukum yang membelit lahan seluas 3,6 hektare itu sudah beres.
Memang, kasus ini punya sejarah panjang. KPK sempat menyelidiki pembelian lahannya, namun status penyelidikan itu dihentikan pada 2023. Kepastian dari KPK itulah yang akhirnya membuka jalan. Pramono pernah meninjau langsung lokasi di Grogol Petamburan itu akhir Oktober tahun lalu, dan menjanjikan pembangunan segera dimulai.
Dari sisi administrasi, ada lima temuan BPK yang sempat menghambat. Kini, tiga di antaranya konon sudah dipenuhi. Yang menarik, nilai lahannya sendiri melonjak drastis.
“Kalau dari NJOP yang ada, kalau dulu minus Rp191 miliar, sekarang sudah menjadi Rp1,4 triliun,” papar Pramono.
Dengan kenaikan hampir Rp700 miliar lebih, dia merasa proyek ini sudah terlalu bernilai untuk dibatalkan. “Enggak mungkin dibatalkan,” tandasnya. Jadi, warga Jakarta mungkin tak lama lagi akan punya rumah sakit khusus kanker dan jantung bertaraf internasional. Kita tunggu realisasinya.
Artikel Terkait
Gempa Megathrust 7,6 SR Guncang Bitung, Picu Tsunami Kecil di Beberapa Wilayah
Pemilik SPBE Cimuning Bakal Dipanggil Usai Kebakaran Diduga Akibat Kebocoran
Prabowo Tunjukkan Finger Heart dengan Idola K-Pop di Tengah Perkuat Kemitraan Strategis dengan Korsel
Microsoft Investasikan Rp94 Triliun untuk Cloud dan AI di Singapura