Kenaikan harga tidak hanya terjadi pada bumbu, tetapi juga merambah ke komoditas utama seperti beras dan daging. Seluruh kualitas beras yang dipantau, mulai dari kualitas bawah hingga super, mengalami kenaikan meski tipis, berkisar antara 0,29 persen hingga 0,69 persen. Hal ini patut menjadi perhatian mengingat beras merupakan bahan pangan paling esensial bagi masyarakat.
Di sisi protein hewani, daging ayam ras segar naik 1,22 persen menjadi Rp41.500 per kg. Daging sapi kualitas I juga mengalami kenaikan, meski daging sapi kualitas II bertahan di harga sebelumnya. Kenaikan pada komoditas ini kerap dikaitkan dengan tingginya biaya pakan ternak dan logistik distribusi.
Kondisi Minyak Goreng dan Gula Pasir
Sementara beberapa komoditas lain bergerak naik, harga minyak goreng dan gula pasir menunjukkan tren yang lebih beragam. Minyak goreng kemasan bermerek dan minyak curah rata-rata mengalami kenaikan, meski persentasenya relatif kecil. Di lain pihak, harga gula pasir kualitas premium justru stagnan, tidak berubah dari posisi sebelumnya.
Telur ayam ras segar menutup daftar komoditas yang naik dengan kenaikan 1,75 persen, menjadikan harganya Rp32.050 per kilogram. Perkembangan harga pangan ini tentu menjadi bahan pertimbangan penting bagi para pelaku usaha kuliner dan tentunya para ibu rumah tangga dalam menyusun anggaran belanja mereka.
Pergerakan harga yang dipantau secara rutin ini memberikan gambaran nyata tentang dinamika pasar dalam negeri, terutama saat menghadapi periode permintaan tinggi. Kehati-hatian dan pemantauan dari berbagai pihak diperlukan untuk memastikan ketersediaan dan keterjangkauan stok pangan strategis bagi masyarakat luas.
Artikel Terkait
Analisis: Kerugian AS Capai Rp817 Triliun dalam Sebulan Bentrokan dengan Iran
Macron Tolak Opsi Militer di Selat Hormuz, Desak Negosiasi dengan Iran
Mendagri Tegaskan WFH Jumat Bukan Libur, ASN Wajib Aktifkan Pelacak Lokasi
368 Pendatang Baru Masuk Jakarta Timur Pascalebaran 2026