Komnas HAM bakal segera memanggil empat anggota TNI yang jadi tersangka penyiraman air keras terhadap aktivis KontraS, Andrie Yunus. Tak cuma itu, lembaga hak asasi manusia itu juga berencana mendalami barang bukti yang ada.
Komisioner Komnas HAM, Saurlin P Siagian, mengonfirmasi rencana ini pada Jumat lalu. Menurutnya, langkah ini bagian dari upaya mereka menyelidiki kasus tersebut.
"Rencananya, kami akan meminta keterangan keempat tersangka dan pihak lain, menghadirkan ahli, serta mendalami barang bukti," jelas Saurlin kepada awak media.
Kapan tepatnya pemanggilan itu dilakukan? Saurlin belum bisa memastikan. Namun begitu, surat permohonan untuk meminta keterangan akan segera dikirim ke markas TNI. "Suratnya segera kita kirim," ucapnya singkat.
Sebelumnya, Komnas HAM sudah lebih dulu meminta penjelasan dari TNI soal proses penyidikan. Pertemuan itu dihadiri sejumlah pejabat tinggi, mulai dari Danpuspom, Kababinkum HAM, Wakapuspen, beserta jajarannya.
Dari pertemuan itu, terungkap bahwa penyidikan oleh Puspom TNI diklaim hampir rampung. "Sudah berjalan 80%," kata Saurlin menyampaikan hasil pertemuan. Tinggal dua hal yang ditunggu: hasil visum dari RSCM dan keterangan langsung dari korban, Andrie Yunus sendiri.
Di sisi lain, Komnas HAM terus mendesak transparansi. Mereka mendorong TNI untuk mengumumkan identitas pelaku, membuka ruang pengawasan eksternal, dan yang tak kalah penting: memberi akses bagi Komnas HAM untuk bertemu dan memeriksa para tersangka.
Kasusnya sendiri bermula pada Kamis malam, 12 Maret lalu. Andrie Yunus disiram air keras oleh orang tak dikenal. Enam hari kemudian, Puspom TNI mengumumkan penangkapan empat orang yang diduga pelaku.
Mayor Jenderal TNI Yusri Nuryanto, Danpuspom TNI, dalam konferensi pers di Mabes TNI pada Rabu (18/3) menjelaskan, keempatnya adalah anggota Denma Bais TNI. "Bukan dari satuan mana-mana, tapi dari Denma Bais TNI," tegas Yusri, menegaskan asal kesatuan mereka. Ada yang dari matra Laut, ada pula dari Udara.
Keempat tersangka itu berinisial NDP, SL, BHW, dan ES. Saat ini, mereka diamankan di Puspom TNI untuk menjalani proses pendalaman lebih lanjut menuju tingkat penyidikan.
Artikel Terkait
Rudal dan Drone Rusia Hantam Kyiv, Dnipro, dan Kharkiv, 11 Tewas dan Puluhan Luka-Luka
Program Sekolah Gratis Banten Dongkrak Jumlah Siswa Baru di SMA Swasta hingga 50 Persen
Khofifah Apresiasi Layanan Imigrasi Berbasis Biometrik yang Percepat Pemulangan Jemaah Haji Jatim
85 Mitra Hanania Group Laporkan Dugaan Penipuan ke Polda Metro Jaya, Kerugian Capai Rp20 Miliar