Upaya pemerintah untuk meningkatkan pelayanan jemaah haji terus digenjot. Salah satu terobosan yang sedang dipersiapkan untuk musim haji 2026 nanti adalah pembagian kartu Nusuk langsung di Indonesia. Harapannya, langkah ini bisa memangkas berbagai kendala yang sempat muncul di tahun-tahun sebelumnya.
Teknis Urusan Haji KJRI Jeddah, Hasyim Hilaby, melihat rencana ini sebagai angin segar. Menurutnya, proses ibadah bisa jauh lebih efektif jika kartu itu sudah di tangan jemaah sejak dari tanah air.
Ucap Hasyim di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta Timur, Rabu (14/1) lalu.
Sebagai informasi, kartu Nusuk ini adalah identitas resmi wajib yang diterbitkan langsung oleh Pemerintah Arab Saudi. Fungsinya krusial. Tanpa kartu itu, pergerakan jemaah bakal sangat terbatas.
Memang, persoalan kartu Nusuk sempat jadi ganjalan. Pada Haji 2025, misalnya, tak sedikit jemaah yang sudah sampai di Arab Saudi tapi kartunya belum juga diterima. Kejadian itu tentu jadi bahan evaluasi berharga, terutama untuk Kementerian Haji yang akan memimpin penyelenggaraan pada 2026 mendatang.
Nah, terkait pembagiannya, selama ini kartu Nusuk disalurkan via syarikah atau perusahaan penyedia layanan haji asal Arab Saudi. Jumlah syarikahnya pun bakal berubah. Kalau di 2025 ada delapan perusahaan yang bertugas, tahun depan hanya akan tersisa dua. Dengan demikian, diharapkan koordinasi dan pelayanan bisa lebih fokus dan tidak berantakan.
Artikel Terkait
Ramadan di Yerusalem: Akses ke Al-Aqsha Dikencangkan, Ibadah Dibatasi
Anies Baswedan Buka Suara: Saya Dituduh Syiah, Juga Dituduh Wahabi
Tujuh Anak Gaza Tewas Membeku di Tengah Pengepungan
Khamenei vs Trump: Siapa yang Lebih Rentan Terguling dari Takhta Kekuasaan?