Kartu Nusuk 2026 Dijanjikan Langsung Dibagikan di Indonesia

- Kamis, 15 Januari 2026 | 05:00 WIB
Kartu Nusuk 2026 Dijanjikan Langsung Dibagikan di Indonesia

Upaya pemerintah untuk meningkatkan pelayanan jemaah haji terus digenjot. Salah satu terobosan yang sedang dipersiapkan untuk musim haji 2026 nanti adalah pembagian kartu Nusuk langsung di Indonesia. Harapannya, langkah ini bisa memangkas berbagai kendala yang sempat muncul di tahun-tahun sebelumnya.

Teknis Urusan Haji KJRI Jeddah, Hasyim Hilaby, melihat rencana ini sebagai angin segar. Menurutnya, proses ibadah bisa jauh lebih efektif jika kartu itu sudah di tangan jemaah sejak dari tanah air.

“Kalau itu kan sudah disampaikan Pak Menteri. Insyaallah, kartu Nusuk akan diadakan di Indonesia dan mudah-mudahan efektif. Karena harapan kita kartu Nusuk itu sudah diterima di Indonesia agar jemaah lebih tenang dan tidak ada kekhawatiran. Adapun nanti jika ada kendala, kami siap membantu,”

Ucap Hasyim di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta Timur, Rabu (14/1) lalu.

Sebagai informasi, kartu Nusuk ini adalah identitas resmi wajib yang diterbitkan langsung oleh Pemerintah Arab Saudi. Fungsinya krusial. Tanpa kartu itu, pergerakan jemaah bakal sangat terbatas.

Memang, persoalan kartu Nusuk sempat jadi ganjalan. Pada Haji 2025, misalnya, tak sedikit jemaah yang sudah sampai di Arab Saudi tapi kartunya belum juga diterima. Kejadian itu tentu jadi bahan evaluasi berharga, terutama untuk Kementerian Haji yang akan memimpin penyelenggaraan pada 2026 mendatang.

Nah, terkait pembagiannya, selama ini kartu Nusuk disalurkan via syarikah atau perusahaan penyedia layanan haji asal Arab Saudi. Jumlah syarikahnya pun bakal berubah. Kalau di 2025 ada delapan perusahaan yang bertugas, tahun depan hanya akan tersisa dua. Dengan demikian, diharapkan koordinasi dan pelayanan bisa lebih fokus dan tidak berantakan.

Hasyim kembali menekankan betapa vitalnya kartu kecil itu.

“Kartu Nusuk merupakan salah satu akses identitas jemaah haji Indonesia untuk memasuki Makkah, Madinah, dan Arafah. Kartu ini sangat penting sebagai penanda agar tidak ada pihak yang menyusup atau orang ilegal yang bisa mengganggu jemaah saat beribadah,”

tegasnya.

Rencana pembagian di dalam negeri ini sebenarnya bukan hal baru. Menteri Haji dan Umrah, Mochamad Irfan Yusuf atau yang akrab disapa Gus Irfan, sudah lebih dulu menyampaikan wacana tersebut. Itu ia sampaikan dalam rapat bersama Komisi VIII DPR di Senayan, Jakarta, awal November 2025 lalu.

Kala itu, Gus Irfan sudah menyebut bahwa untuk Haji 2026, kartu Nusuk akan dibagikan di Tanah Air.

“Pembagian kartu Nusuk memang sudah direncanakan akan dilakukan di embarkasi pemberangkatan,”

kata dia.

Jadi, semua sudah diarahkan ke sana. Tinggal eksekusinya saja yang dinanti, apakah benar-benar bisa mulus dan membuat jemaah lebih tenang beribadah.

Editor: Yuliana Sari

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar