WASHINGTON Hitungan kerugian militer Amerika Serikat dalam bentrokan dengan Iran ternyata luar biasa besar. Menurut analisis kantor berita Turki, Anadolu, AS diperkirakan merugi hampir 4,83 miliar dolar AS atau sekitar Rp817 triliun hanya dalam bulan pertama konflik. Angka itu bukan sekadar angka, tapi gambaran nyata dari serangkaian pukulan telak yang diterima pasukan AS di berbagai front.
Kerugian terbesar datang dari hancurnya aset udara bernilai fantastis. Salah satu yang paling menyita perhatian adalah pesawat mata-mata E-3G "Sentry" AWACS senilai 500 juta dolar AS. Menurut sejumlah saksi dan bukti visual, pesawat canggih itu hancur total setelah serangan Iran menghantam Pangkalan Udara Prince Sultan di Arab Saudi, akhir Maret lalu. Sudah jelas, pesawat itu tak mungkin lagi diperbaiki.
Bukan cuma itu. AS juga kehilangan pesawat tanker KC-135 Stratotanker yang jatuh di Irak; seluruh enam kru di dalamnya tewas. Belum lagi tiga unit KC-135 lainnya yang ikut hancur di pangkalan udara yang sama. Untuk mengganti semua pesawat tanker itu saja, anggaran yang harus disiapkan bisa mencapai 320 juta dolar, apalagi jika disesuaikan dengan inflasi saat ini.
Lalu ada drone. Pejabat AS mengakui kepada CBS News bahwa 12 unit drone MQ-9 Reaper ditembak jatuh. Namun, laporan intelijen sumber terbuka menyebut angka yang lebih tinggi: 15 unit. Dengan harga per unit sekitar 30 juta dolar, kerugian dari segi drone saja sudah menyentuh 450 juta dolar.
Serangan-serangan presisi Iran ternyata tak hanya menyasar target besar. Di Irak, sebuah drone FPV berhasil menghancurkan helikopter UH-60M Black Hawk senilai 20 juta dolar yang berada di bekas pangkalan Camp Victory. Sementara di Kuwait, tiga jet tempur F-15E Strike Eagle malah jadi korban tembakan salah sasaran dari pertahanan udara Kuwait sendiri. Untungnya, keenam pilotnya selamat, meski pesawat mereka rata dengan tanah. Biaya penggantiannya? Sekitar 282 juta dolar.
Bahkan jet siluman F-35 pun tak luput. Pesawat itu terkena tembakan dan terpaksa mendarat darurat, dengan kerugian penggantian diperkirakan 100 juta dolar.
Di sisi lain, kerusakan pada sistem pertahanan justru menelan biaya paling mengerikan. Komponen radar AN/TPY-2 milik sistem THAAD yang berada di Uni Emirat Arab, Yordania, dan Arab Saudi diperkirakan bernilai 2 miliar dolar. Citra satelit yang beredar di media menunjukkan empat radar itu terkena serangan, walau tingkat kerusakan pastinya masih diselidiki.
Tak ketinggalan, radar peringatan dini AN/FPS-132 senilai 1,1 miliar dolar di Pangkalan Udara Al Udeid, Qatar, juga rusak akibat rudal Iran pada akhir Februari. Otoritas Qatar sendiri sudah mengonfirmasi kerusakan tersebut.
Serangan yang sama juga menghancurkan helikopter Black Hawk lain di Irak, plus sebuah radar AN/MPQ-64 Sentinel senilai 5 juta dolar yang dihancurkan drone FPV.
Iran bahkan menyerang jantung komando AS di kawasan. Markas Armada Kelima AS di Manama, Bahrain, diserang, menghancurkan dua terminal komunikasi satelit dan beberapa bangunan besar. Intelijen sumber terbuka mengidentifikasi terminal itu sebagai sistem AN/GSC-52B, dengan total kerugian termasuk biaya pemasangan sekitar 20 juta dolar.
Analisis citra satelit dari The New York Times juga mengungkap kerusakan di Kamp Arifjan, Kuwait. Tiga kubah radar hancur di sana, menambah beban kerugian sekitar 30 juta dolar.
Dan pada pertengahan Maret, serangan drone Iran di kompleks Kedutaan Besar AS di Baghdad berhasil melumpuhkan sistem radar Saab Giraffe 1X. Radar seharga 2 juta dolar itu punya peran krusial untuk pertahanan udara jarak dekat. Sekarang, fungsinya hilang.
Jika semua dijumlah, angkanya memang mencengangkan: 4,83 miliar dolar AS. Sebuah tagihan mahal untuk satu bulan pertempuran, yang menunjukkan betapa konflik ini menghabiskan sumber daya dengan laju yang luar biasa cepat. Dan ini baru hitungan materi.
Artikel Terkait
Kebakaran Landa Auditorium Kampus Binus Cakra Jakarta Barat, 11 Mobil Damkar Dikerahkan
Menkeu Yakin IHSG Akan Menguat di Tengah Pelemahan Rupiah dan Ketegangan Global
9 WNI Misi Kemanusiaan ke Gaza Tiba di Istanbul Usai Ditahan Israel, Segera Dipulangkan
Penampilan Awet Muda Seorang Ayah di Wisuda Putrinya Viral, Netizen Salah Fokus Dikira Kakak