Klarifikasi Sumber Pendanaan
Trenggono kemudian memberikan penjelasan lebih rinci mengenai skema pembiayaan proyek tersebut. Ia menegaskan bahwa dana untuk membangun 1.500 kapal ikan itu bukan berasal dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) secara langsung, melainkan dari fasilitas pinjaman luar negeri.
"Yth Menteri Keuangan, supaya Anda paham dan cerdas, bahwa dana untuk pembangunan kapal tersebut bersumber dari pinjaman luar negeri dari pemerintah UK," kata Trenggono, menekankan aspek teknis pendanaan yang mungkin menjadi titik kesalahpahaman.
Konfirmasi dari Menteri Keuangan
Sehari sebelumnya, Rabu (11/2/2026), Menteri Purbaya telah memberikan tanggapannya. Di lokasi yang sama, kompleks Istana, ia mengakui bahwa setelah dicek, anggaran yang dimaksud memang belum benar-benar dicairkan. "Sudah saya cek. Memang belum (dicairkan)," jelasnya.
Meski begitu, Purbaya menegaskan bahwa mekanisme pencairan dana apapun, termasuk pinjaman luar negeri, pada akhirnya akan tetap melalui proses di Kementerian Keuangan. "Iya tapi kan nanti lewat Menkeu juga," ujarnya kepada para wartawan.
Koordinasi dan Jalan Keluar
Di balik perbedaan pandangan yang sempat terekspos, Purbaya menekankan bahwa hubungannya dengan Trenggono tetap baik. Ia menyatakan persoalan teknis seperti ini akan diselesaikan melalui komunikasi langsung, mengingat keduanya memiliki hubungan yang dekat.
"Ah gampang, nanti saya ngomong sama Pak Menteri. Kan sahabat saya juga, gampang," tutup Purbaya, mengisyaratkan bahwa dialog internal antar lembaga akan menjadi solusi utama, mengakhiri polemik yang sempat menjadi perbincangan publik.
Artikel Terkait
Varian Covid-19 Cicada BA.3.2 Meluas di AS, WHO Pantau Peningkatan Penularan
Presiden Prabowo Disambut Hangat Kaisar Naruhito di Istana Kekaisaran Jepang
Mudik Lebaran 2026: Penumpang Angkutan Umum Naik 10,87%, Capai 23,54 Juta Orang
Pemprov DKI Dukung PP Tunas, Siapkan Aturan Turunan untuk Batasi Akses Digital Anak