"Siapa pun yang melakukan pungli dan kemudian terbukti, saya akan bebastugaskan di tempat itu, nggak kompromi lagi dengan hal-hal seperti ini," tegas Pramono saat ditemui di Jakarta Timur, Minggu (8/2/2026).
Ia menambahkan bahwa pembangunan Jakarta harus dilandasi dengan komitmen kuat terhadap integritas dan pelayanan publik yang bersih. Pernyataan ini sekaligus menjadi penegasan ulang visinya untuk menciptakan lingkungan yang bebas dari praktik-praktik yang merugikan warga.
"Karena Jakarta harus dibangun dengan komitmen," ungkapnya menegaskan.
Dampak dan Langkah Ke Depan
Kasus ini kembali menyoroti tantangan klasik dalam penertiban ruang publik, terutama di kawasan wisata yang padat. Meski upaya penertiban kerap dilakukan, praktik serupa masih kerap muncul di titik-titik tertentu. Komitmen dari pimpinan daerah seperti yang disampaikan Gubernur Pramono Anung tentu menjadi langkah awal yang penting. Namun, efektivitasnya akan sangat bergantung pada implementasi dan pengawasan yang konsisten di lapangan, serta sinergi antar satuan petugas. Masyarakat pun diharapkan dapat turut berperan aktif dengan melaporkan setiap indikasi pungli yang ditemui, agar upaya penciptaan tata kelola kota yang baik dapat terwujud.
Artikel Terkait
Arus Balik Lebaran, Ruas Tol Semarang Kembali Diberlakukan One Way Lokal
Korban Tewas Kecelakaan Mudik Lebaran 2026 Turun 30 Persen
1.528 SPPG Disuspensi, Tren Penutupan Turun Usai Peningkatan Kepatuhan SLHS
Prabowo dan Menteri Bahas Percepatan Program Sampah Jadi Energi