Anggota DPR Usulkan WFH Diterapkan di Hari Rabu, Bukan Jumat

- Kamis, 26 Maret 2026 | 19:15 WIB
Anggota DPR Usulkan WFH Diterapkan di Hari Rabu, Bukan Jumat

Rencana pemerintah untuk menerapkan hari kerja dari rumah atau WFH lagi-lagi jadi perbincangan. Kali ini, anggota Komisi II DPR RI, Romy Soekarno, angkat bicara. Ia punya catatan penting: jangan sampai hari WFH itu malah berdekatan dengan hari libur akhir pekan.

Menurutnya, kalau WFH ditempatkan di hari Jumat, misalnya, bisa timbul masalah. Masyarakat cenderung akan memanfaatkannya untuk membuat 'long weekend' atau libur panjang. "Kita harus realistis," ujar Romy saat berbincang dengan wartawan, Kamis lalu.

"Dari sisi perilaku, ini bisa jadi moral hazard. Bukannya mengurangi mobilitas, malah berpotensi meningkatkannya."

Politisi PDIP itu khawatir, tujuan awal untuk menghemat konsumsi BBM justru bisa meleset total. Alih-alih orang diam di rumah, mereka malah bisa tergoda untuk jalan-jalan lebih awal memulai liburan.

Di sisi lain, Romy juga menyoroti soal efektivitas kerja. Ia berpendapat, interaksi yang minim selama WFH seringkali bikin kolaborasi dalam tim jadi kurang optimal. Proses kerja pun dinilainya tak selalu berjalan efektif.

Lalu, solusinya apa? Romy punya usul. Daripada di ujung minggu, lebih baik hari kerja dari rumah itu dilaksanakan di pertengahan minggu saja. Misalnya, Rabu. Dengan begitu, dampak negatifnya bisa lebih dikendalikan.

Editor: Handoko Prasetyo

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar