Rencana pemerintah untuk menerapkan hari kerja dari rumah atau WFH lagi-lagi jadi perbincangan. Kali ini, anggota Komisi II DPR RI, Romy Soekarno, angkat bicara. Ia punya catatan penting: jangan sampai hari WFH itu malah berdekatan dengan hari libur akhir pekan.
Menurutnya, kalau WFH ditempatkan di hari Jumat, misalnya, bisa timbul masalah. Masyarakat cenderung akan memanfaatkannya untuk membuat 'long weekend' atau libur panjang. "Kita harus realistis," ujar Romy saat berbincang dengan wartawan, Kamis lalu.
"Dari sisi perilaku, ini bisa jadi moral hazard. Bukannya mengurangi mobilitas, malah berpotensi meningkatkannya."
Politisi PDIP itu khawatir, tujuan awal untuk menghemat konsumsi BBM justru bisa meleset total. Alih-alih orang diam di rumah, mereka malah bisa tergoda untuk jalan-jalan lebih awal memulai liburan.
Di sisi lain, Romy juga menyoroti soal efektivitas kerja. Ia berpendapat, interaksi yang minim selama WFH seringkali bikin kolaborasi dalam tim jadi kurang optimal. Proses kerja pun dinilainya tak selalu berjalan efektif.
Lalu, solusinya apa? Romy punya usul. Daripada di ujung minggu, lebih baik hari kerja dari rumah itu dilaksanakan di pertengahan minggu saja. Misalnya, Rabu. Dengan begitu, dampak negatifnya bisa lebih dikendalikan.
Artikel Terkait
OJK Rilis 95 Pinjol Legal, B50 Dinilai Kurangi Impor Energi
Menteri Koperasi: Ekonomi Syariah Harus Jadi Gerakan Kolaboratif yang Inklusif
Tawuran Warga di Dekat Stasiun Klender Ganggu Layanan Transjakarta, Sejumlah Rute Alami Keterlambatan
Como 1907 Pastikan Tiket Liga Champions Usai Hajar Cremonese 4-1