Badan Investigasi Nasional India (NIA) mengumumkan penangkapan tersangka kunci dalam kasus ledakan mobil dekat Red Fort, Delhi. Tersangka yang ditangkap diduga sebagai pemilik kendaraan yang digunakan dalam insiden ledakan tersebut.
Kejadian mobil meledak di dekat Benteng Merah Delhi ini dilaporkan menewaskan sepuluh orang dan melukai lebih dari tiga puluh korban. Dalam pernyataan resminya, NIA mengonfirmasi bahwa tersangka merupakan penduduk asal Kashmir dan namanya terdaftar secara resmi pada dokumen kendaraan yang meledak.
Investigasi lebih lanjut mengungkap adanya pelaku bom bunuh diri dalam peristiwa ini. Pelaku utama yang diduga berasal dari distrik Pulwama, Jammu dan Kashmir, tewas pada saat ledakan terjadi saat kendaraannya berhenti di persimpangan lampu lalu lintas.
Tim penyidik NIA berhasil menyita kendaraan lain yang diduga terkait dengan jaringan pelaku. Hingga saat ini, lebih dari tujuh puluh saksi telah diperiksa dan pencarian terhadap pihak lain yang terlibat masih terus dilakukan.
Ledakan mobil di kawasan Red Fort terjadi pada tanggal 10 November dan mengakibatkan kerusakan parah pada sejumlah kendaraan di sekitarnya. Situs bersejarah yang menjadi ikon wisata utama New Delhi tersebut sempat ditutup sementara oleh kepolisian setempat pasca kejadian.
Juru bicara kepolisian Delhi, Sanjay Tyagi, menegaskan bahwa delapan korban jiwa telah teridentifikasi dan sejumlah korban luka masih menjalani perawatan intensif. Penyebab pasti ledakan masih dalam penyelidikan mendalam oleh otoritas terkait.
Artikel Terkait
AS Luncurkan Serangan Balasan ke Iran sebagai Respons Penembakan Helikopter Apache di Selat Hormuz
Herdman Sesali Penyelesaian Akhir Kurang Tajam meski Timnas Indonesia Kalahkan Mozambik 1-0
Ribuan Guru Blokir Akses ke Stadion Azteca Jelang Pembukaan Piala Dunia 2026
Presiden Miliki Hak Prerogatif Perpanjang Usia Pensiun Kapolri, Wamenkum Tegaskan