Insiden baku tembak antara aparat keamanan dan seorang pelaku terjadi di kawasan dekat kompleks Gedung Putih, Washington DC, pada Sabtu sore waktu setempat. Pelaku dilaporkan tewas setelah pertukaran tembakan sengit dengan petugas Dinas Rahasia Amerika Serikat (Secret Service).
Peristiwa tersebut berlangsung di sekitar persimpangan 17th Street dan Pennsylvania Avenue NW. Petugas yang berjaga di lokasi langsung merespons dengan membalas serangan pelaku. Meskipun sempat dilarikan ke rumah sakit akibat luka tembak, nyawa pelaku tidak tertolong.
Secret Service, dalam pernyataan resminya, mengonfirmasi bahwa seorang warga sipil yang sedang melintas juga terkena tembakan dalam insiden ini. Hingga berita ini diturunkan, kondisi korban luka tersebut belum diketahui secara pasti. Namun, dipastikan tidak ada petugas keamanan yang mengalami cedera.
Saat baku tembak berlangsung, Presiden Donald Trump diketahui sedang berada di dalam Ruang Oval bersama sejumlah staf dekatnya, termasuk Steven Cheung, Natalie Harp, dan Margo Martin. Secret Service menegaskan bahwa insiden ini sama sekali tidak mengancam keselamatan presiden maupun mengganggu operasional Gedung Putih.
Kompleks Gedung Putih sempat memberlakukan status lockdown atau kuncitara sesaat setelah kejadian. Pembatasan tersebut kini telah dicabut. Kasus penembakan ini tengah diselidiki secara mendalam oleh Secret Service dengan dukungan penuh dari Biro Investigasi Federal (FBI) dan Kepolisian Washington DC.
Artikel Terkait
Ledakan Bom Bunuh Diri di Stasiun Quetta Tewaskan 24 Personel Militer dan Keluarga
Pemerintah Resmi Bentuk PT Danantara Sumberdaya Indonesia untuk Tekan Kebocoran Devisa Akibat Manipulasi Harga Ekspor
Rusia Tewaskan Empat Warga Sipil dalam Serangan Rudal Hipersonik ke Ukraina, Zelensky Sebut Intelijen Deteksi Ancaman Rudal Oreshnik
Polisi Turun Tangan Usai Viral Monyet Dirantai di Lampu Merah Margonda Depok