MURIANETWORK.COM - Sebuah video yang menunjukkan dugaan pungutan liar (pungli) di kawasan Kota Tua, Jakarta Barat, menjadi perbincangan hangat di media sosial. Dalam rekaman yang beredar, terlihat seorang pria membuka pembatas jalan setelah menerima sejumlah uang dari pengendara yang hendak melintas. Aksi ini diduga dilakukan oleh oknum juru parkir liar untuk mempersingkat perjalanan pengendara yang ingin menghindari jalur berputar. Menanggapi hal ini, Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menegaskan akan memberikan sanksi tegas, termasuk pembebastugasan, bagi petugas yang terbukti terlibat.
Viralnya Aksi Pungli di Kawasan Wisata
Video berdurasi pendek itu dengan cepat menarik perhatian publik. Adegannya cukup jelas: seorang pengendara menyerahkan uang kepada pria yang kemudian dengan sigap membuka sebuah barrier atau pembatas jalan. Insiden ini terjadi di kawasan Kota Tua, lokasi wisata yang selalu ramai dikunjungi. Praktik semacam ini dinilai sangat meresahkan, karena selain merugikan masyarakat, juga merusak tata kelola dan ketertiban umum di ruang publik. Pengendara yang terlihat dalam video diduga sengaja memotong jalur untuk menghindari rute yang lebih panjang.
Komitmen Tegas Gubernur Pramono Anung
Merespons viralnya video tersebut, Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung langsung mengambil sikap tegas. Dalam pernyataannya, ia menegaskan komitmennya untuk memberantas praktik pungli di ibu kota. Pramono tidak segan-segan mengancam akan memberikan sanksi berat bagi oknum aparat atau petugas yang terbukti melakukan atau membiarkan pungli terjadi.
"Siapa pun yang melakukan pungli dan kemudian terbukti, saya akan bebastugaskan di tempat itu, nggak kompromi lagi dengan hal-hal seperti ini," tegas Pramono saat ditemui di Jakarta Timur, Minggu (8/2/2026).
Ia menambahkan bahwa pembangunan Jakarta harus dilandasi dengan komitmen kuat terhadap integritas dan pelayanan publik yang bersih. Pernyataan ini sekaligus menjadi penegasan ulang visinya untuk menciptakan lingkungan yang bebas dari praktik-praktik yang merugikan warga.
"Karena Jakarta harus dibangun dengan komitmen," ungkapnya menegaskan.
Dampak dan Langkah Ke Depan
Kasus ini kembali menyoroti tantangan klasik dalam penertiban ruang publik, terutama di kawasan wisata yang padat. Meski upaya penertiban kerap dilakukan, praktik serupa masih kerap muncul di titik-titik tertentu. Komitmen dari pimpinan daerah seperti yang disampaikan Gubernur Pramono Anung tentu menjadi langkah awal yang penting. Namun, efektivitasnya akan sangat bergantung pada implementasi dan pengawasan yang konsisten di lapangan, serta sinergi antar satuan petugas. Masyarakat pun diharapkan dapat turut berperan aktif dengan melaporkan setiap indikasi pungli yang ditemui, agar upaya penciptaan tata kelola kota yang baik dapat terwujud.
Artikel Terkait
BPS Proyeksikan Produksi Beras Nasional Naik 16% di Awal 2026
Posisi Arne Slot Masih Aman Meski Liverpool Kalah dari Manchester City
Surplus Dagang Indonesia 2025 Tembus USD41 Miliar, Tumbuh 31% di Tengah Tekanan Global
Kemendag Fasilitasi Ekspor 1.217 UMKM, Raih Transaksi USD 134,87 Juta