Dompet dan Buku Harian Pramugari Ditemukan di Lereng Bulusaraung

- Rabu, 21 Januari 2026 | 12:25 WIB
Dompet dan Buku Harian Pramugari Ditemukan di Lereng Bulusaraung

Hari keempat pencarian pesawat IAT di Gunung Bulusaraung, Maros, membawa secercah petunjuk. Tim gabungan berhasil menemukan sejumlah barang pribadi milik salah satu kru. Barang-barang itu milik pramugari Esther Aprilita.

Menurut Kepala Basarnas Marsekal Madya TNI M Syafii, penemuan ini terjadi di hari ketiga pencarian, Senin lalu. Benda-benda itu tersebar di sekitar lokasi utama reruntuhan.

"Tim menemukan dompet, KTP, buku harian, tablet, dan dokumen penerbangan milik pramugari Esther," jelas Syafi'i, Selasa (20/1).

Penemuan ini jadi titik terang, meski proses pencarian masih berat. Sampai saat ini, baru dua jenazah yang berhasil dievakuasi dari total sepuluh orang di dalam pesawat. Satu laki-laki, satu perempuan.

Medannya sulit. Serpihan pesawat bertebaran sampai radius 700 meter. Tapi ada hal yang bikin tim tak sepenuhnya putus asa: kondisi jenazah yang sudah ditemukan itu relatif utuh. Itu memberi harapan.

"Awalnya kami agak pesimis lihat reruntuhan yang berserakan jauh-jauh," sambung Syafi'i. "Tapi begitu nemukan korban dalam kondisi utuh, semangat kami tumbuh lagi. Mudah-mudahan yang lain bisa segera ditemukan."

Pesan yang Tersisa: "Dia Minta Maaf"

Sementara tim bekerja di gunung, keluarga Esther menunggu di Bandara Sultan Hasanuddin, Makassar. Penantian yang diwarnai doa dan kenangan.

Ayahnya, Adi Saputra, masih ingat betul percakapan terakhir dengan putri sulungnya itu. Jumat malam, 16 Januari. Hanya beberapa jam sebelum pesawat lepas landas. Ada yang aneh. Esther tiba-tiba meminta maaf.

"Terakhir komunikasi malam Sabtu. Dia minta maaf kalau ada salah. Biasanya nggak begitu," ungkap Adi.

Bagi keluarganya, Esther adalah anak yang baik hati dan perhatian. Tak banyak menuntut. Sudah hampir tujuh tahun ia mengabdikan diri sebagai pramugari, menjadi tulang punggung sebagai anak pertama dari tiga bersaudara.

Ibunya, J. Siburian, juga teringat. Esther sempat mengabari bahwa dia sedang berada di Yogyakarta sebelum penerbangan menuju Makassar. Itu pesan biasa, yang kini terasa sangat luar biasa.

Kini, meski barang-barang pribadi putrinya seperti buku harian dan dompet telah ditemukan, Adi tak menyerah. Harapannya masih menyala.

"Saya berharap mukjizat Tuhan masih ada," katanya dengan keyakinan yang terdengar jelas. "Selama kami belum melihat Esther, mukjizat itu pasti masih ada."

Barang-barang pribadi Esther kini disimpan di posko utama untuk didata dan diselidiki. Di lereng Bulusaraung, pencarian terus berlanjut. Tim gabungan berjuang menembus medan terjal, berharap bisa membawa pulang semua yang masih hilang.

Editor: Erwin Pratama

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar