Jenazah Meriyati Hoegeng Disemayamkan dengan Penghormatan Polri

- Rabu, 04 Februari 2026 | 10:40 WIB
Jenazah Meriyati Hoegeng Disemayamkan dengan Penghormatan Polri

DEPOK - Suasana haru menyelimuti rumah duka di kawasan Pesona Khayangan Estate, Depok, pagi itu. Jenazah Meriyati Hoegeng, atau yang akrab disapa Eyang Meri, akan segera diberangkatkan. Beliau adalah istri dari mantan Kapolri legendaris, Jenderal (Purn) Hoegeng Iman Santoso. Keluarga telah menyerahkan pemakamannya sepenuhnya kepada Polri.

Prosesi pelepasan berlangsung khidmat dan resmi. Di sisi lain, acara ini tetap terasa hangat dan penuh penghormatan.

Aditya Soetanto, putra dari pasangan Hoegeng dan Meriyati, tampil mewakili keluarga. Suaranya tegas namun bergetar. "Akhirnya, kami atas nama keluarga menyerahkan jenazah almarhumah Ibu Meriyati Hoegeng," ujarnya.

Ia memohon jenazah ibunya segera diberangkatkan ke Taman Pemakaman Bukan Umum (TPBU) Giritama di Bogor. "Untuk dimakamkan secara kedinasan dengan upacara kebesaran Polri," lanjut Aditya.

Penerimaan jenazah dari pihak institusi dilakukan langsung oleh Irwasum Polri, Komjen Wahyu Widada. Ia berdiri tegak mewakili negara dan korps Bhayangkara.

"Pada hari ini, kami atas nama negara, bangsa, dan Polri, dengan ini menerima jenazah almarhumah Ibu Meriyati," kata Wahyu Widada dengan nada khidmat. Ia menegaskan bahwa pemakaman akan dilaksanakan segera di Bogor dengan tata cara yang sama.

Wahyu kemudian menyampaikan sambutan yang lebih personal. Suasana duka, katanya, menyelimuti mereka semua yang hadir.

"Saat ini kita berdiri dalam suasana duka, mengiringi kepergian almarhumah Ibu Meriyati," ucapnya. Ia mengenang Eyang Meri bukan hanya sebagai istri dan ibu, tetapi juga sebagai pribadi sederhana yang punya peran besar di balik layar.

Meriyati Roeslani Hoegeng menghembuskan napas terakhir di usia yang sangat sepuh, 100 tahun. Perjalanan panjangnya telah berakhir.

Menurut rencana, ia akan dimakamkan di TPBU Giritama, Tonjong, Bogor. Di sanalah, di sisi sang suami, Jenderal Hoegeng, Eyang Meri akan beristirahat untuk selamanya. Sebuah akhir perjalanan yang penuh penghormatan.

Editor: Melati Kusuma

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar