Proyek Krematorium Kalideres Dihentikan Sementara Usai Protes Warga

- Sabtu, 28 Februari 2026 | 06:55 WIB
Proyek Krematorium Kalideres Dihentikan Sementara Usai Protes Warga

Warga Utan Jati, Kalideres, Jakarta Barat, akhirnya bisa bernapas lega. Proyek pembangunan rumah duka dan krematorium yang jadi sumber keresahan mereka, untuk sementara waktu dihentikan. Penghentian ini datang setelah aksi protes warga yang mempertanyakan transparansi proyek tersebut.

Menurut sejumlah saksi, aksi itu berlangsung Sabtu lalu. Inti persoalannya sederhana: warga merasa dikagetkan. Mereka sama sekali tidak mendapat sosialisasi atau pemberitahuan resmi soal rencana pembangunan fasilitas itu, yang lokasinya persis di depan perumahan mereka dan bersebelahan dengan RSUD Kalideres.

“Kami tidak pernah menerima sosialisasi atau pemberitahuan resmi. Tahu-tahu sudah ada alat berat masuk dan pembangunan berjalan,”

Begitu kata Budiman Tandiono, salah seorang warga yang geram. Ia menceritakan, warga baru menyadari ada pembangunan saat alat berat mulai beroperasi di lokasi pada pertengahan bulan ini.

Yang aneh, meski proyek ini disebut sudah punya izin terbit sejak awal Februari, di lokasi tak terlihat sama sekali papan informasi atau plang IMB. Seolah-olah pembangunan ini berjalan tanpa mau diketahui publik.

Di sisi lain, kalau dilihat dari plang yang terpampang, lahan seluas 57.175 meter persegi itu memang milik Pemprov DKI. Dulunya, tanah itu digunakan sebagai lapangan sepak bola, masuk dalam kategori fasilitas umum dan sosial. Namun, peralihan fungsinya menjadi rumah duka dan krematorium inilah yang menuai penolakan keras.

Kini, proyek itu terhenti. Suara warga rupanya didengar. Tapi, belum jelas bagaimana kelanjutannya. Apakah akan ada dialog, atau justru pembangunan akan dilanjutkan diam-diam? Warga masih menunggu kepastian.

Editor: Redaksi MuriaNetwork

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar