Dia pun mengajak kita melihat ke belakang. Contoh nyatanya adalah karhutla hebat di 2015. Setelahnya, kondisi sempat membaik selama tiga tahun karena cuaca lebih bersahabat. Tapi semua itu berbalik di 2019, saat El Nino datang dan api kembali membesar. Polanya, rupanya, punya iramanya sendiri.
Lalu bagaimana dengan tahun-tahun mendatang? Suharyanto memperkirakan 2024 sampai 2026 masih akan relatif aman. "Kalau 2024, 2025, 2026 memang seharusnya turun, karena cuacanya juga tidak terlalu panas dan masih banyak hujan," katanya.
Di sisi lain, BNPB jelas tidak mau hanya menunggu. Sejumlah langkah antisipasi sudah disiapkan untuk menyambut tantangan di 2027 nanti. Skemanya mulai dari pencegahan di darat hingga intervensi dari udara.
"Di pencegahannya kami sampaikan bahwa kami melengkapi satgas-satgas darat, kemudian ada operasi modifikasi cuaca, ada operasi heli, water bombing," paparnya.
Jadi, meski situasi saat ini terlihat kondusif, kewaspadaan harus tetap dijaga. Siklus alam punya caranya sendiri mengingatkan kita. Dan 2027, menurut hitungan para ahli, adalah tahun yang patut diwaspadai betul.
Artikel Terkait
BNPB Akui Anggaran Mitigasi Minim, Andalkan Pinjaman Luar Negeri
Beras Indonesia Siap Temani Jamaah Haji di Tanah Suci
Target Tarif Nol Persen dengan Inggris, Pemerintah Pasang Target Satu Tahun
AHY Ungkap Makna Lebih Dalam di Balik Program Gentengisasi Prabowo