Batam kembali menjadi sorotan. Di tengah geliat investasi yang kian menguat, sebuah kolaborasi strategis baru saja diresmikan. PT Bank Rakyat Indonesia (BRI) mempertajam perannya dengan menandatangani nota kesepahaman bersama Badan Pengusahaan (BP) Batam. Intinya? Memperluas akses pembiayaan dan mengukuhkan peran UMKM di kawasan perdagangan bebas itu.
Acara penandatanganan berlangsung Kamis lalu, dalam rangkaian Batam Investment Gala. Suasana ruang pertemuan di Batam itu cukup hiruk-pikuk, dihadiri langsung oleh sejumlah pejabat kunci. Mulai dari Wakil Menteri UMKM Helvi Yuni Moraza, Wakil Menteri Investasi Todotua Pasaribu, hingga pimpinan BP Batam Amsakar Achmad. Dari sisi BRI, hadir dua direkturnya: Riko Tasmaya dari Corporate Banking dan Akhmad Purwakajaya dari Micro Banking.
Kerja sama ini punya dua kaki. Pertama, MoU antara BRI dan BP Batam untuk pemanfaatan produk perbankan guna mendukung transaksi dan pembiayaan di Batam. Kedua, ada MoU lebih luas yang melibatkan Kementerian UMKM, bertujuan membuka akses permodalan dan investasi bagi pelaku usaha kecil. Langkah ini diharapkan bisa mendorong realisasi investasi sekaligus membuat UMKM tumbuh lebih kokoh.
Pilihan Batam tentu bukan tanpa alasan. Letaknya yang strategis, berdekatan dengan Singapura dan jalur perdagangan global, membuatnya punya daya tarik kuat. Industri manufaktur berbasis ekspor di sana sudah mapan. Belakangan, sektor logistik, perdagangan, dan jasa juga tumbuh pesat. Dengan status kawasan bebas, Batam memang jadi ujung tombak daya saing Indonesia di kancah regional.
Menurut Direktur Corporate Banking BRI, Riko Tasmaya, kolaborasi ini adalah wujud nyata komitmen bank plat merah tersebut.
“Kami ingin membangun konektivitas investasi yang utuh. Mulai dari investasi asing langsung, penguatan kawasan industri, sampai memberdayakan UMKM sebagai bagian dari rantai nilai,” jelas Riko.
“Bagi kami, UMKM bukan sekadar penerima pembiayaan. Mereka adalah mitra strategis dalam ekosistem yang berkelanjutan dan berdaya saing,” tambahnya.
Untuk mewujudkannya, BRI mengandalkan pendekatan terintegrasi bernama BRI One Solution. Layanan perbankan korporasi disatukan, dari pembiayaan hingga pendampingan usaha. Mereka juga punya platform digital QLola, yang berfungsi sebagai ekosistem digital one-stop untuk mengelola arus kas, transaksi, dan likuiditas perusahaan. Fiturnya lengkap, mulai dari payroll, pembayaran internasional, sampai treasury.
Artikel Terkait
Prabowo Undang Pimpinan NU, Muhammadiyah, dan MUI Bahas Inisiatif Perdamaian Trump
Prabowo Geram: Sampah di Bali Dinilai Ancam Pariwisata Nasional
Rp 992 Triliun dari Tambang Ilegal, Satgas Buru Lokasi di Hutan
Gempa Dangkal M 4,1 Guncang Bener Meriah di Pagi Buta