Mantan Wakil Presiden Jusuf Kalla bersikap realistis tentang "Board of Peace" yang digagas Donald Trump. Menurutnya, harapan untuk perdamaian sejati mungkin terlalu tinggi. Forum itu, bagaimanapun, bisa saja berguna untuk satu hal: menghentikan pertumpahan darah segera dan memulai rekonstruksi Gaza.
"Mungkin bukan perdamaian, tapi menghentikan perang dan melaksanakan rekonstruksi, itu saja harapan kita," ujarnya.
Pernyataan itu disampaikan JK dalam sebuah diskusi online bertajuk 'Manfaat dan Mudharat Indonesia Mendukung Dewan Perdamaian Gaza Buatan Trump', Senin lalu.
Bagi JK, inisiatif Trump ini lebih merupakan pameran kekuasaan. Caranya jelas: menggunakan veto sebagai "todongan" untuk memaksa jalan keluarnya. Bukan todongan senjata, tapi todongan politik di forum yang ia kendalikan penuh.
"Pertama ini memberikan kita sekali lagi suatu cara Trump untuk mengatasi persoalan ataupun memperlihatkan kekuasaannya. Jadi, dulu dikenal menjalankan suatu polisi kebijakan dengan todongan. Bukan todongan senjata," kata dia.
Pada intinya, JK menegaskan bahwa hanya tiga orang kunci yang bisa menghentikan konflik berdarah ini: Benjamin Netanyahu, pimpinan Hamas Yahya Sinwar, dan tentu saja, Donald Trump sendiri. Dengan caranya yang kerap dianggap kasar, Trump kini berusaha memainkan peran itu.
"Apa masalahnya, bahwa kita semua mendoakan sejak dulu bagaimana ada kedamaian di Gaza, di Palestina. Ini mungkin satu cara terpaksa dilakukan, setidaknya dengan cara ini bisa menghentikan perang di sana atau invasi di sana," ujarnya.
Artikel Terkait
Maarten Paes Resmi Jadi Penjaga Gawang Ajax, Kontrak Hingga 2029
EV Tembus 13 Persen, BYD Pacu Geliat Kendaraan Listrik di Indonesia
Iran Ingatkan Trump: Invasi Afghanistan dan Irak Adalah Pelajaran Mahal yang Tak Boleh Terulang
Perbaikan Intensif di Tol Japek, Arus Tetap Dijaga Lancar