Di Sentul International Convention Center, Presiden Prabowo Subianto menyampaikan sebuah seruan. Ia mengajak seluruh elemen bangsa untuk bergerak bersama dalam Gerakan Indonesia ASRI. Apa itu ASRI? Singkatan dari aman, sehat, resik, dan indah. Intinya, gerakan nasional ini bertujuan menciptakan lingkungan yang lebih bersih dan tertata.
Menurutnya, persoalan sampah sudah sangat kritis. Ini bukan lagi masalah sepele, tapi bencana yang mengancam kesehatan dan kenyamanan. Dalam rapat koordinasi nasional itu, Prabowo membeberkan data yang cukup mencemaskan.
"Sampah ini menjadi masalah, diproyeksi hampir semua TPA sampah akan mengalami overcapacity pada tahun 2028, bahkan lebih cepat," katanya.
Hampir semua tempat pembuangan akhir di Tanah Air diprediksi bakal melampaui daya tampungnya paling lambat tiga tahun lagi. Situasinya memang mendesak.
Nah, untuk menjawab tantangan itu, pemerintah punya rencana aksi. Tahun ini, pembangunan 34 proyek waste to energy di 34 kota akan segera dimulai. Tapi Prabowo menegaskan, proyek infrastruktur saja tidak cukup. Perlu ada sinergi nyata antara pemerintah pusat dan daerah, juga partisipasi masyarakat.
"Sampah itu bencana, sampah itu penyakit. Kita akan berbuat, kita akan dukung, saudara-saudara. Ini 34, kita segera mulai. Begitu ada uang, kita arahkan ke sini juga," ucap Presiden.
Ia lantas menggambarkan betapa kondisi lingkungan yang kotor bisa merusak segalanya. "Bagaimana kita mau jual, kita mau harapkan pariwisata, kalau lingkungan kita enggak benar, jorok, kotor."
Artikel Terkait
Evolusi vs Kolaborasi: Mengapa Kita Masih Saling Sikut di Era Modern?
Percakapan Sidang Kemnaker Bocorkan Aliran 50 Juta Euro untuk Ibu Menteri
Maraton Hidup: Mengapa Ritme Lebih Penting Daripada Kecepatan
Dokumen Epstein Ungkap Pengawasan Ketat terhadap Mohamed Morsi