Perdagangan saham kemarin memang cukup berat. IHSG ditutup anjlok hampir 5 persen, berhenti di level 7.922, dengan tekanan jual yang terlihat jelas di seluruh lantai bursa. Nah, buat yang bertanya-tanya, apakah koreksi ini sudah cukup dalam? Menurut analis MNC Sekuritas, sepertinya iya.
"Area koreksi yang kami berikan pun sudah tercapai semua," begitu penjelasan mereka dalam riset yang dirilis Selasa (3/2/2026) ini.
Lantas, bagaimana prospek hari ini? Prediksinya mulai bercahaya. Indeks Harga Saham Gabungan diproyeksikan akan mencoba bangkit, bergerak di rentang yang cukup luas antara 8.128 hingga 8.527. Tapi, jalan menuju sana mungkin belum mulus. Analis masih mengingatkan untuk mencermati area koreksi lain, yakni di 7.835-7.680, yang bisa menjadi basis untuk pembentukan gelombang korektif selanjutnya.
Dari sisi level teknis, support terdekat ada di 7.654 dan 7.481. Sementara itu, resistance atau penghalang kenaikan berada di 8.094 dan 8.318.
Nah, selain proyeksi indeks, MNC Sekuritas juga merilis sejumlah saham pilihan untuk disimak hari ini. Rekomendasinya beragam, ada yang untuk dibeli saat melemah, bahkan ada yang justru disarankan untuk dijual saat menguat.
Pertama, AADI. Saham ini kemarin malah ngelawan tren, naik 6,25% ke Rp8.075 dengan volume beli yang meningkat. Analis memberi sinyal "Spec Buy" di kisaran Rp7.950-Rp8.000.
Targetnya? Rp8.150 dan Rp8.350. Tapi hati-hati, stoploss ditaruh di bawah Rp7.825.
Berikutnya INCO. Berbeda dengan AADI, INCO ikut arus koreksi dengan penurunan 8,14% ke Rp5.925. Tekanan jual masih terlihat. Rekomendasinya "Buy on Weakness", alias beli saat lemah, di area Rp5.100-Rp5.525.
Target harga untuk INCO cukup optimis, di Rp6.425 dan Rp6.850. Stoploss-nya ketat, di bawah Rp4.960.
Lalu ada JSMR. Saham ini mencatatkan kenaikan tipis 1,40% ke Rp3.610, didukung volume beli yang baik. Sama seperti INCO, rekomendasinya "Buy on Weakness" di rentang Rp3.570-Rp3.600.
Targetnya lebih konservatif, yakni Rp3.650 dan Rp3.680, dengan batas stoploss di bawah Rp3.560.
Terakhir, SUPA. Ini saham yang perlu ekstra hati-hati. SUPA terpukul keras, terkoreksi 10,75% ke Rp830 dan masih didominasi sentimen jual. Analis secara eksplisit memberi rekomendasi "Sell on Strength".
Artinya, jika ada kenaikan, justru bisa jadi momentum untuk melepas. Area jualnya di Rp865-Rp890. Analis memprediksi SUPA masih rentan melanjutkan koreksi menuju rentang Rp730-Rp780.
Begitulah sekilas pandang untuk pasar hari ini. Semua mata kini tertuju pada apakah IHSG bisa memantul dari level supportnya, atau justru terjebak lebih dalam dalam koreksi.
Artikel Terkait
Airlangga Hartarto: Ekonomi Indonesia Tetap Solid di Tengah Gejolak Global, IMF Sebut sebagai Bright Spot
Pertumbuhan Ekonomi RI Kuartal I-2026 Tembus 5,61 Persen, Tertinggi dalam Setahun Terakhir
Saham Nikel Tertekan, Pasar Cermati Rencana Pemerintah Terapkan Bea Keluar dan Windfall Tax
Rupiah Dibuka Melemah ke Rp17.401 per Dolar AS, Tertekan Faktor Domestik