Di kantornya di Jakarta Barat, Sekjen Partai Golkar Sarmuji angkat bicara soal wacana pilkada lewat DPRD. Intinya, dia bilang, rakyat nggak bakal ditinggal. Golkar baru akan setuju dengan model pemilihan seperti itu kalau keterlibatan publiknya benar-benar bisa dijaga.
"Golkar akan setuju dengan model pilkada melalui DPRD hanya apabila partisipasi publik tetap berjalan secara maksimal," tegas Sarmuji kepada para wartawan, Kamis lalu.
Menurutnya, usulan ini jangan langsung dikira bakal menghapus peran masyarakat. Dia buru-buru meluruskan, sistem yang sedang dibicarakan ini jauh berbeda dengan praktik di zaman Orde Baru dulu. Di era itu, suara rakyat hampir nggak kedengaran.
"Kami Partai Golkar akan mengambil sisi-sisi terbaik dari pilkada langsung untuk diakomodir," ucap Sarmuji.
Dia menjelaskan lebih lanjut, misalnya dengan memasukkan unsur kampanye langsung atau debat terbuka antar calon. Jadi, meski hak pilih akhirnya di tangan dewan, warga tetap punya ruang untuk mengenal dan menilai calon pemimpin mereka.
"Sehingga rakyat tidak ditinggalkan meskipun pemilihannya melalui DPRD," imbuhnya.
Lalu, bagaimana proses pembahasannya sejauh ini? Sarmuji mengaku sudah ada komunikasi informal antar partai politik. Ngobrol-ngobrol santai, tanya-tanya pendapat. Semua masih dalam tahap awal.
"Ya, kontak-kontak saja ya. Kontak-kontak, ngobrol-ngobrol informal, tanya-tanya," jelasnya.
Poin pentingnya, dia menegaskan, desain akhir nanti harus menampung aspirasi publik. Sistem apapun yang kelak diterapkan, partisipasi rakyat harus jadi prioritas, bukan sekadar wacana.
Artikel Terkait
Ledakan di Mykolaiv Lukai Tujuh Polisi, Diduga Serangan yang Ditargetkan
Warga Kalideres Tolak Pembangunan Rumah Duka dan Krematorium, Protes Minim Sosialisasi
Gunung Rinjani Dibuka Kembali 28 Maret 2026 dengan Sistem Keamanan Baru
OSO Bela Pemberian Jet Pribadi ke Menag: Tak Ada Hubungan dengan Dinas