Iran Ingatkan Trump: Invasi Afghanistan dan Irak Adalah Pelajaran Mahal yang Tak Boleh Terulang

- Selasa, 03 Februari 2026 | 03:20 WIB
Iran Ingatkan Trump: Invasi Afghanistan dan Irak Adalah Pelajaran Mahal yang Tak Boleh Terulang

Iran Beri Peringatan Keras ke Trump: Jangan Ulangi Kesalahan Fatal

Teheran mengirimkan pesan tegas kepada Gedung Putih. Lewat misinya di Perserikatan Bangsa-Bangsa, Iran memperingatkan Presiden AS Donald Trump agar tidak mengulangi kesalahan yang sama seperti saat Washington menginvasi Afghanistan dan Irak. Menurut mereka, ancaman militer cuma bakal mendatangkan malapetaka bagi Amerika sendiri.

“Ketika AS menyerang Afghanistan dan Irak, mereka menghabiskan lebih dari 7 triliun dolar AS dan kehilangan lebih dari 7.000 nyawa warga Amerika,”

Begitu bunyi pernyataan resmi yang dikeluarkan belum lama ini. Intinya jelas: dua perang itu dianggap blunder strategis yang mahal, baik dari segi uang maupun nyawa.

Nada peringatan ini muncul di tengah ketegangan yang kian memanas. Pemicunya adalah ancaman serangan militer AS yang belakangan kembali digaungkan. Iran merasa perlu mengingatkan AS untuk belajar dari pengalaman pahit itu.

Di sisi lain, Teheran sebenarnya tidak menutup pintu dialog. Mereka bilang siap bernegosiasi. Tapi syaratnya mesti jelas: dasarannya kesetaraan dan saling menghormati. Bukan dengan cara menakut-nakuti atau mengintimidasi.

“Iran siap untuk berdialog berdasarkan rasa saling menghormati dan kepentingan bersama. Namun jika didesak dengan ancaman, Iran akan membela diri dan merespons dengan cara yang belum pernah terjadi sebelumnya,”

Pernyataan tegas itu sekaligus jadi jawaban atas ancaman Trump yang dilontarkan pada Rabu lalu. Presiden AS itu mengklaim “armada besar” militernya sedang bergerak ke arah Iran. Dia mendesak Teheran buru-buru kembali ke meja perundingan.

Bahkan Trump sempat mengancam akan melancarkan serangan yang jauh lebih dahsyat. Tapi bagi Iran, gaya bahasa seperti itu justru kontraproduktif. Pendekatan militer, dalam pandangan mereka, cuma akan memperkeruh keadaan. Bukan mustahil situasi malah merembet dan menyeret seluruh kawasan ke dalam konflik yang lebih brutal dan luas.

Jadi, pesannya sederhana: AS sebaiknya berpikir dua kali. Sejarah, kata Iran, sudah memberikan pelajaran yang cukup mahal.

Editor: Dewi Ramadhani

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar