Memang, performa komoditas nonmigas secara umum cukup solid. Hampir semua naik. Ambil contoh besi dan baja, yang nilainya naik 8,41 persen jadi 27,97 miliar dolar AS. Begitu pula dengan CPO dan turunannya, yang meroket 21,83 persen ke posisi 24,42 miliar dolar AS.
Namun begitu, ada satu catatan merah: batu bara. Nilai ekspornya anjlok 19,70 persen, hanya menyentuh 24,48 miliar dolar AS sepanjang tahun lalu.
Di sisi lain, peta tujuan ekspor kita tak banyak berubah. China masih menduduki peringkat teratas, menyerap 24,02 persen dari total ekspor nonmigas kita. Posisi kedua diisi oleh negara-negara ASEAN dengan pangsa 19,12 persen.
Selanjutnya, ada Amerika Serikat (11,47 persen), lalu Uni Eropa (7,15 persen), dan India (6,79 persen). Sisa pangsa sekitar 31,45 persen tersebar ke berbagai negara lainnya. Jadi, meski ada tekanan di sektor tertentu, secara keseluruhan kinerja ekspor kita di tahun 2025 tetap menunjukkan tren positif.
Artikel Terkait
OJK dan ADB Pacu Obligasi Hijau ASEAN+3 di Yogyakarta
Promotor Senior Diduga Gelap Rp10 Miliar Dana Konser BTS
Pemerintah Buka 1.500 Kursi Vokasi Pertanian, 70% Prioritas Anak Petani
KPK Periksa Camat dan Dua Kepala Desa Terkait Kasus Bupati Pati